Ekonomi

Kemenperin Dorong Produksi Jok Mobil dari Sabut Kelapa


Kemenperin Dorong Produksi Jok Mobil dari Sabut Kelapa
Interior mobil Ford Thunderbird 1956 milik Marilyn Monroe terlihat dipinggir jalan Los Angeles, California, 25 September 2018. Mobil dengan dua tempat duduk Milik Marylin Monroe ini akan dilelang pada November mendatang dengan harga 500.000 dolar. (Julien Auctions/melalui REUTERS )

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong pelaku IKM meningkatkan nilai tambah buah kelapa, dengan memanfaatkan sabut kelapa yang diolah untuk mendukung kebutuhan produksi jok mobil. Potensi sumber daya alam (SDA) ini banyak terdapat di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

“Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat potensial dan tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Halmahera Barat,” ucapnya Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/10).

Potensi produksi kelapa di Kabupaten Halmahera Barat cukup tinggi. Data BPS menunjukkan areal perkebungan kelapa di kabupaten tersebut pada 2015 seluas 32.671 hektare dengan produksi buah kelapa sebanyak 35.259 ton.

Menurut Gati, hampir seluruh bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari akar di dalam tanah hingga daun dan buah yang ada di pucuk pohon.

“Makanya, Kemenperin fokus melaksanakan program hilirisasi industri berbasis SDA untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal melalui diversifikasi produk,” tuturnya.

Di beberapa negara maju, sabut kelapa merupakan bahan baku pembuat jok mobil. Pengolahan serat ini dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu perendaman, pelunakan, dan penyeratan.

Industri otomotif terkemuka di dunia, misalnya Mercedes Benz, memanfaatkan sabut kelapa untuk isi jok mobilnya. Kelebihan sabut kelapa sebagai pengisi jok mobil, antara lain mempunyai daya lentur yang sangat baik, tahan lama, tidak berbau, dan mempunyai tingkat pencemaran yang sangat rendah (biodegradability).

”Apalagi, sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah sedang memprioritaskan pengembangan industri otomotif agar siap memasuki era revolusi industri keempat. Di samping itu, industri otomotif di Indonesia semakin tumbuh,” papar Gati.

Oleh karena itu, Kemenperin mendorong IKM dapat berperan menyokong daya saing industri otomotif nasional agar lebih kompetitif di kancah global. Hal ini dinilai dapat memperkuat struktur manufaktur dan menumbuhkan populasi industri.

”Program strategis yang kami lakukan untuk meningkatkan nilai tambah kelapa ini, selain mendorong produksi jok mobil, antara lain pelaksanaan bimbingan teknis produksi pembuatan virgin oil coconut, kerajinan, dan pemarut kelapa,” jelasnya.

Kegiatan itu digelar selama lima hari, tanggal 22 - 26 Oktober 2018 di Halmahera Barat, dengan diikuti sebanyak 20 orang peserta. Selain pelaksanaan bimbingan teknis produksi dan kewirausahaan, pada kesempatan itu, Ditjen IKM Kemenperin juga memberikan bantuan mesin dan peralatan untuk meningkatkan produktivitas pengolahan kelapa. []