Tech

Kemenperin Dorong Peningkatan Peran IKM Logam dalam Rantai Pasok Industri Otomotif

Kemenperin mendorong IKM agar bisa memasok komponen di industri otomotif nasional


Kemenperin Dorong Peningkatan Peran IKM Logam dalam Rantai Pasok Industri Otomotif
Untuk mendukung daya saing IKM di Sentra Logam Ceper, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menggelar beragam pembinaan. (kemenperin.go.id)

AKURAT.CO Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor logam merupakan pemasok komponen yang mendukung kinerja industri kendaraan bermotor. Salah satu IKM sektor logam yang beroperasi sebagai IKM pengecoran dan penghasil beberapa produk adalah Sentra Logam Ceper.

IKM tersebut mampu menghasilkan beberapa produk, yaitu manhole, hydrant, komponen kapal, spare part mesin, komponen kereta, komponen alat berat, dan komponen otomotif lainnya.

Ditjen IKMA (Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka) mendorong peningkatan peran IKM di Sentra Logam Ceper dalam rantai pasok industri otomotif nasional.

"Salah satunya melalui kolaborasi program pengembangan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dengan Koperasi Batur Jaya (KBJ) Ceper," ujar Plt. Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita, dilansir melalui laman resmi Kemenperin.

Reni mengungkapkan, dengan adanya program pengembangan sentra IKM yang berkolaborasi dengan industri besar mampu mendorong IKM menjadi supply chain industri besar. Dengan begitu, IKM akan terus meningkat kualitas produk sesuai permintaan pelanggan, baik dari sisi produksi ataupun manajemen. Selain itu, IKM juga bisa mendapatkan kepastian pasar. 

Koperasi Batur Jaya sendiri beranggotakan 137 IKM produsen komponen otomotif, komponen mesin pabrik, suku cadang kereta api, manhole, mesin teknologi tepat guna, meja kursi antik, serta berbagai produk dari pengecoran logam (besi baja dan aluminium).

Kolaborasi Koperasi tersebut dengan PT. TMMIM sudah berlangsung sejak akhir tahun 2016 sampai saat ini. Dalam kolaborasi itu, PT. TMMIN berperan mendampingi dan memberikan bantuan mesin kepada Koperasi Batur Jaya.  

Sementara itu, menurut Reni, sejuah ini IKM di Sentra Logam Ceper mampu melakukan diversifikasi produk logam. Mereka terbukti bisa memproduksi komponen otomotif sesuai dengan kebutuhan dan standar dari PT. TMMIN. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan peran dan kontribusinya pada rantai pasok industri otomotif nasional.

Tak hanya itu, untuk mendukung daya saing IKM logam pada setra tersebut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA menggelar beragam pembinaan. Pembinaan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi teknis sumber daya manusia, penguatan kualitas produk, pendampingan sertifikasi ISO, dan penguatan akses pasar dan kemitraan.