Ekonomi

Gandeng Stakeholders Pariwisata di Kawasan Borobudur, Pemerintah Optimis Perkuat Rantai Pasok

Kemenparekraf berkolaborasi dengan stakeholder di daerah pariwisata destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur untuk memperkuat rantai pasok.


Gandeng Stakeholders Pariwisata di Kawasan Borobudur, Pemerintah Optimis Perkuat Rantai Pasok
Kemenparekraf berkolaborasi dengan stakeholder di daerah pariwisata destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur untuk memperkuat rantai pasok. ()

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan stakeholder di daerah pariwisata destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur untuk memperkuat rantai pasok.

Kolaborasi tersebut dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf dengan Pertamina, Telkom, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Badan Otorita Borobudur dalam meraih komitmen kerja sama rantai pasok UMKM dan hotel senilai Rp2,889 miliar.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana saat kegiatan Temu Bisnis Penguatan Rantai Pasok UMKM dengan Hotel sekitar DPSP Borobudur di Jogja Expo Center, Kamis (23/6/2022) menjelaskan, seluruh UMKM yang hadir dalam temu bisnis sudah melalui proses kurasi, upskilling, dan pendampingan, agar pelaku UMKM memiliki produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan hotel.

baca juga:

"Sebanyak 100 UMKM ini telah melalui proses kurasi bersama dengan melibatkan Pemda, Badan Otorita Borobudur, Telkom, dan Pertamina, kemudian mengikuti program peningkatan kapasitas usaha (upskilling) selama 3 hari, lalu dilanjutkan dengan pendampingan selama 1 bulan," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (26/6/2022).

Pada akhir sesi, pihak hotel dan perwakilan UMKM akan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Setelah ditandatanganinya PKS tersebut, Kemenparekraf akan terus melakukan pendampingan agar dapat terjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan antara UMKM dengan industri hotel. "Kami akan mengawal tindak lanjut kegiatan temu bisnis ini agar dapat terbentuk kerja sama yang berkelanjutan," kata Hayun. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, mendukung penuh berlangsungnya kegiatan temu bisnis ini. Hal itu disebabkan kegiatan ini akan mendorong penggunaan produk UMKM oleh hotel dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Kegiatan temu bisnis akan mendorong dan meningkatkan penggunaan produk UMKM dalam pemenuhan kebutuhan hotel sehingga pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 22-23 Juni 2022, di Jogja Expo Center itu diikuti oleh 36 hotel, 57 UMKM Kuliner, 19 UMKM Fashion, dan 24 UMKM Kriya. Serta dihadiri General Manager dari sejumlah hotel ternama di Yogyakarta dan Magelang seperti Ibis Styles, Swiss-Bel Boutique, The Atrium Hotel and Resort, Grand Ambarukmo, dan lain-lain.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme peserta temu bisnis, baik dari UMKM maupun hotel. Mereka dapat saling melakukan komunikasi dan bernegosiasi secara langsung hingga terjadi kesepakatan bisnis.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi