Ekonomi

Kemenparekraf Gandeng Milenial Genjot Promosi Wisata Lokal

Kemenparekraf ajak kalangan milenial untuk ikut mempromosikan wisata lokal


Kemenparekraf Gandeng Milenial Genjot Promosi Wisata Lokal
Pengunjung berfoto di tebing Danau Quarry di kawasan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2020). Danau Quarry yang merupakan bekas lokasi penambangan pasir dimanfaatkan warga untuk menghabiskan akhir pekan. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberdayakan kalangan milenial untuk ikut mempromosikan wisata lokal, salah satunya pariwisata yang ada di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

"Kemenparekraf sudah menyusun panduan CHSE (kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian), khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan pada bimbingan teknis penerapan protokol CHSE di Solo, Jawa Tengah, melansir Antara, Jumat.

Ia mengatakan langkah tersebut penting untuk mendorong sektor wisata dalam negeri agar tetap menggeliat di masa pandemi COVID-19. Menurut dia, dampak dari COVID-19 terhadap pariwisata global sendiri sangat terasa, salah satunya adalah memangkas hingga 50 juta pekerjaan di industri wisata.

"Asia terkena dampak yang paling buruk. Kondisi ini berdampak pada tren yang banyak berubah, salah satunya saat ini masyarakat lebih memilih wisata dalam negeri, mereka tidak melakukan perjalanan luar negeri," katanya.

Selain itu, menurut dia, saat ini yang banyak diminati masyarakat di antaranya wisata alam dan minat khusus. Untuk wisata minat khusus, di antaranya wisata selam, maraton, golf, pendakian, arung jeram, dan MICE.

"Ini menjadi perhatian salah satunya agar wisata tetap jalan di masa pandemi," katanya.

Bimbingan teknis kali ini, kata dia, penting dilakukan karena untuk mempromosikan pariwisata dibutuhkan kolaborasi di antaranya dari masyarakat, pemerintah, media massa, akademisi, dan masyarakat. 

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan selama ini sektor pariwisata merupakan pilar bagi beberapa subsektor lain, di antaranya bisnis kuliner, jasa transportasi, hingga budaya, karena itu promosi pariwisata tidak boleh berhenti meski pandemi.

"(Promosi) harus terus dilakukan agar orang ingat. Kalau tidak promosi maka ruang wisata akan diisi oleh negara lain. Dalam hal ini masyarakat juga diharapkan ikut mempromosikan," katanya.

Sumber: Antara