Lifestyle

Kemenparekraf Berusaha Upayakan Penerbangan Langsung Moskow Rusia - Bali

Sejak kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia, Menparekraf Sandiaga Uno langsung menindaklanjuti untuk membuka penerbangan langsung Moskow, Rusia ke Bali


Kemenparekraf Berusaha Upayakan Penerbangan Langsung Moskow Rusia - Bali
Ilustrasi - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berusaha membuka penerbangan langsung Moskow, Rusia menuju Bali (Unsplash/Kharl Anthony Paica)

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022).

Melihat hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa kunjungan presiden ini berpotensi membuka kembali penerbangan langsung Rusia ke Pulau Bali.

Oleh sebab itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) langsung menindaklanjuti kunjungan tersebut dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva.

baca juga:

“Kita harapkan upaya ini bisa menjadi wujud tindak lanjut konkret dari kunjungan Bapak Presiden ke Rusia,"kata Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, dikutip AKURAT.CO, Selasa (5/7/2022). 

"Kami akan berusaha mendorong percepatan pembukaan penerbangan langsung Moskow – Denpasar. Terkait dengan penerbangan langsung yang menghubungkan kedua negara bahwa memang sudah ada rencana dari beberapa maskapai Rusia. Salah satunya Rossiya Airlines," terang Sandi.

Menurut Sandiaga Uno, Bali merupakan destinasi wisata favorit bagi turis Rusia. Adapun sebelum pandemi Covid-19, turis Rusia berada di peringkat ke-4 dalam kategori kunjungan terbanyak ke Pulau Bali, dengan jumlah 300-400 orang per tahun.

Sementara selama 1 Januari 2022 sampai 31 Mei 2022, wisatawan dari Rusia masuk ke dalam 10 besar kunjungan pelancong terbanyak ke Bali.

"Hampir 90 persen masyarakat Rusia mengenal Bali dan menempatkan Bali sebagai tujuan wisata utama mereka. Hal tersebut dikarenakan wisatawan Rusia tertarik dan penasaran dengan aktivitas pantai," ujarnya.

"Untuk preferensi berlibur turis Rusia, mereka memilih perjalanan dengan fasilitas luxury bersama keluarga, jadi biasanya mereka rombongan keluarga kalau berwisata termasuk ke Bali. Waktu kunjungan mereka termasuk panjang dan spending-nya juga cukup besar," sambungnya.

Selain pandemi, konflik Rusia dengan Ukraina ini berpengaruh terhadap laju kedatangan turis dari dua negara tersebut ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

Menurut UNWTO (World Tourism Organization) Barometer, konflik Rusia dengan Ukraina sangat mempengaruhi performa pergerakan wisatawan global termasuk ke Indonesia.

Hal ini juga  menyebabkan kenaikan avtur sehingga biaya perjalanan harga tiket penerbangan di seluruh dunia menjadi sangat mahal. 

“Oleh karena itu, kami akan memanfaatkan momentum untuk menarik kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia. Kami akan mendorong percepatan pembukaan penerbangan langsung Moskow-Denpasar yang sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Perhubungan,” pungkas Sandiaga.