Ekonomi

Kemenlu dan Pertamina Sinergi Kerjasama Perluas Ekspansi ke Pasar Internasional

Kemenlu dan Pertamina tandatangani Nota Kesepahaman untuk ekspansi ke Pasar Internasional


Kemenlu dan Pertamina Sinergi Kerjasama Perluas Ekspansi ke Pasar Internasional
Kendaraan bahan bakar avtur pertamina sedang melakukan pengisian pesawat kecil di bandara Sentani, Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (2/4/2019). Indonesia tengah bersiap-siap melakukan uji coba mengolah minyak kelapa sawit (CPO) menjadi green avtur. Bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Pertamina (Persero) tengah mengembangkan katalis yang memungkinkan untuk memecah minyak. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kementerian Luar Negeri dan PT. Pertamina (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman untuk ekspansi Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) itu ke Pasar Internasional.

Menteri BUMN, Erick Thohir dalam sambutannya menyampaikan bahwa koordinasi antar kementerian/lembaga menjadi semakin penting di masa pandemi, dan perlunya menghilangkan ego sektoral.

Erick menerangkan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) peran Kementerian Luar Negeri dalam memajukan diplomasi ekonomi akan semakin penting dan melibatkan banyak pihak.

"Nota Kesepahaman ditujukan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Kemlu dan Pertamina, serta memberi landasan kuat untuk kerja sama ke depan. Kerja sama ini juga memiliki arti penting untuk memperkuat strategic presence BUMN, dalam hal ini Pertamina, di luar negeri," jelas Erick di Gedung Pancasila, Kemenlu, Kamis (28/1/2021).

Adapun saat ini setidaknya terdapat 83 cabang/anak perusahaan dari 17 perusahaan Indonesia yang tersebar di 26 negara. Dan nilai investasi outbound BUMN di seluruh dunia mencapai US$17,5 miliar.

"Ini adalah modal besar bagi tunjukkan presensi strategis Indonesia di luar negeri. Sebagai negara besar, diplomasi ekonomi bukan hanya menarik investasi ke dalam, namun juga mendorong investasi BUMN ke luar negeri," jelas Erick.

Terkait kerjasama ini, dalam kesempatan terpisah Menlu Retno menyatakan pihaknya siap mendukung BUMN Go Global. Ia juga menambahkan Pemerintah akan berupaya memajukan strategi outbound investment Pertamina di Timur Tengah, Asia Selatan dan Tengah, serta Afrika.

Hal ini selaras dengan prioritas penguatan diplomasi ekonomi Indonesia, khususnya dalam eksplorasi dan pengembangan pasar potensial non-tradisional. Selain kerja sama ekonomi di sektor energi, area kerja sama lainnya mencakup dukungan terhadap rencana aksi korporasi di luar negeri dan diplomasi Indonesia di Perwakilan RI serta kerja sama lainnya selama 5 tahun ke depan.

"Nota Kesepahaman ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN untuk mendukung BUMN Go Global, yang telah ditandatangani pada 17 Juli 2020," ujar Retno.

Sebagai salah satu implementasi BUMN Go Global, akan diselenggarakan Outbound Investment Dialogue pada kuartal ketiga tahun 2021. Acara dialogue nanti akan dimotori bersama oleh 3 (tiga) Menteri yaitu Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Menteri Luar Negeri dan Menteri BUMN yang telah mencanangkan visi BUMN Go Global. Pertamina akan menjadi salah satu BUMN yang akan berperan dalam hal ini.

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan berlangsung di Gedung Pancasila, Kemenlu, Kamis (28/1/2021).[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co