Ekonomi

Kemenkeu Sebut Dua Cara Ini Bisa Optimalkan Penerimaan Pajak


Kemenkeu Sebut Dua Cara Ini Bisa Optimalkan Penerimaan Pajak
Gedung Kementerian Keuangan (kumparan.com)

AKURAT.CO Kementerian Keuangan menegaskan ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak yakni mendorong wajib pajak untuk patuh dan memaksa untuk lebih patuh.

"Pertama dorong orang lebih patuh, kedua paksa mereka untuk lebih patuh. Periksa sebanyak-banyaknya kalau perlu penjarakan. Tapi, semakin ke sini teorinya itu tahun 2007 compliance itu sumbernya dari tax crime," kata Direktur Potensi Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Kemenkeu Yon Arsal dalam Seminar Pajak di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (27/11/2019).

Data resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat bahwa tax ratio Indonesia merosot sejak tahun 2015. Tax ratio pernah mencapai 13,7 persen yakni pada tahun 2014, namun kemudian terus menurun dalam kurun waktu tiga tahun berikutnya.

Pada tahun 2015, tax ratio Indonesia anjlok ke angka 11,6 persen sebelum kemudian kembali turun menjadi 10,8 persen pada 2016. Pada 2017, tax ratio kembali turun ke angka 10,7 persen. Pada tahun 2018, tax ratio tercatat berada di level 11,5 persen.

Menurutnya, meskipun saat ini perpajakan Indonesia menganut sistem self assessment, sangat disayangkan karena kepatuhan membayar pajak masih sangat rendah, sehingga menyebabkan gap cukup tinggi terhadap penerimaan pajak.

"Compliance sayangnya kita belum sampai tahapan di mana tingkat kepatuhan pajak kita itu pada level pemerintah sudah bisa mempercayakan sepenuhnya kepada wajib pajak untuk pembayaran pajak," lanjutnya.

Meski demikian, Yon menyebut rendahnya rasio pajak mengartikan adanya potensi pajak yang cukup besar di dalam negeri.

"Tax ratio rendah secara sederhana menyiratkan bahwa potensi kita masih cukup besar. Kalau tax ratio bisa ditingkatkan otomatis kita berharap bahwa penerimaannya juga akan menjadi optimal," tambahnya. []


Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co