Ekonomi

Kemenkeu Akui Ada Pegawainya yang Palsukan Surat Aset Kasus BLBI

Kementerian Keuangan mengungkapkan ada satu orang pegawai di lingkungannya menjadi pemalsu surat aset tanah kasus BLBI.


Kemenkeu Akui Ada Pegawainya yang Palsukan Surat Aset Kasus BLBI
Ilustrasi Satgas BLBI (antikorupsi.org)

AKURAT.CO Kementerian Keuangan mengungkapkan ada satu orang pegawai di lingkungannya menjadi pemalsu surat aset tanah kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Hal itu dikatakan dalam Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Rionald Silaban saat RDP bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu.

Menurutnya peristiwa ini baru diketahui ketika Satgas BLBI terbentuk dan mendalami aset serta dokumen- dokumen. Kini, pelaku sudah diamankan dan ditahan oleh pihak kepolisian. Bersama eks pegawai DJKN itu, polisi juga menahan 11 oknum pemalsu aset kasus BLBI.

baca juga:

"Bukan 11 orang, tapi 1 orang. Perbuatan itu ketahuan ketika kami di Satgas BLBI mulai menelusuri ada aset kami. Dan kami melihat di lapangan adanya suatu tindakan terhadap aset tersebut, setelah kita teliti ada surat dari pejabat kami yang tidak dikeluarkan oleh pejabat kami," kata Rionald dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/1/2022).

Satgas BLBI pun melaporkan perbuatan itu kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan pengembangan oleh Polres Bogor. Di mana dokumen aset yang dipalsukan tersebut berada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

"Oleh Polres Bogor diteliti ternyata ada satu orang pegawai muda yang terlibat, yang bersangkutan melakukan pemalsuan surat. Jadi ada satu orang, bukan 11 orang," katanya.

Rionald pun menegaskan bahwa pihaknya pasti menindak tegas terhadap adanya tindakan pemalsuan maupun penyelewengan tanggung jawab seperti yang terkait aset BLBI ini.

“Tentu ini penting buat kami karena kita ingin memastikan bahwa aset negara tidak dipermainkan. Kalau pun ada oknum-oknum maka kita akan menindak secara tegas,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, satu orang pegawai di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diduga terlibat dalam pemalsuan surat aset jaminan BLBI.

Mahfud menyebut, polisi telah menetapkan pegawai itu bersama dengan 10 orang komplotannya sebagai tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri.[]