News

Kemenkes Ungkap Progres Vaksinasi Lansia Baru 20 Persen, Ternyata Ini Kendalanya

Masih ada pemerintah daerah (pemda) baik kabupaten maupun kota yang belum memberikan layanan vaksinasi kepada lansia


Kemenkes Ungkap Progres Vaksinasi Lansia Baru 20 Persen, Ternyata Ini Kendalanya
Warga usai mengikuti vaksinasi COVID-19 di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (10/6/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah hingga saat ini terus mengupayakan untuk mempercepat cakupan vaksinasi bagi golongan lanjut usia (lansia). Namun rencana justru berbanding terbalik dengan kenyataan.

Pasalnya Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyampaikan, hingga saat ini perkembangan vaksinasi COVID-19 terhadap kelompok lanjut usia (lansia) justru baru tercapai 20 persen dari target 21,5 juta orang atau sekitar 4,2 juta jiwa.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi Perspektif Indonesia dengan tema 'Menyiasati Lonjakan COVID-19', secara vitrual, Sabtu (19/6/2021).

Nadia mengatakan, hampir setiap lansia yang ia temui memiliki beragam alasan yang membuat mereka enggan mendaftar vaksinasi COVID-19. Salah satunya mengalami ketakutan lantaran memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

"Memang banyak sekali beberapa alasan mengapa lansia belum mau mendapatkan vaksin. Pertama, mereka takut. Kedua, karena mereka merasa punya komorbid. Kalau kemudian divaksin, ditambah berita-berita tentang efek samping dari vaksin, mereka makin takut," ungkap Nadia.

Selain itu, lanjut Nadia, terdapat juga lansia yang menginginkan agar anak-anak mereka yang terlebih dahulu divaksinasi. Para lansia beranggapan bahwa anak-anak mereka belum menjadi prioritas atau sasaran pada program vaksinasi.

Dengan demikian, dia mengakui bahwa masih ada pemerintah daerah (Pemda) baik kabupaten maupun kota yang belum memberikan layanan vaksinasi kepada lansia.

"Karena memang kan distribusi vaksin itu bertahap. Jadi dengan distribusi vaksin bertahap itu mereka (Pemda) menyelesaikan dulu nih untuk pemberi pelayanan publik, sehingga lansia itu belum terlayani seluruhnya," jelasnya.

Terkait ketersediaan vaksin, Nadia memastikan bahwa hingga kini stok vaksin masih banyak dan cukup memadai. Ia menyebut, stok vaksin yang dimiliki pemerintah hingga kini hampir sebanyak 47 juta dosis. Vaksin itu juga siap untuk didistribusikan.

"Perlahan-lahan kita sudah distribusikan per minggu 3-5 juta dosis. Harapannya bisa segera dilakukan vaksinasi. Artinya kan jika 3-5 juta per minggu, kita mau menuju ke angka 1 juta dosis per hari ya untuk bisa divaksinasi seluruh Indonesia," tandasnya.[]