News

Kemenkes Sebut Belum Ada Peningkatan Status Pandemi dalam Kasus Hepatitis Akut

Namun, tingkat penyebarannya tetap harus diwaspadai.


Kemenkes Sebut Belum Ada Peningkatan Status Pandemi dalam Kasus Hepatitis Akut
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi hadir dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (19/5/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, belum ada peningkatan secara spesifik terkait penyebaran hepatitis akut pada anak-anak. 

Oleh karena itu, Nadia menilai, dalam penyebaran kasus hepatitis akut ini belum ada penetapan status menjadi pandemi. Namun, tingkat penyebarannya tetap harus diwaspadai. 

"Kalau kita lihat perkembangan kasus kalau masih berkembang seperti situasi pandemi (Covid-19) rasanya kecil sekali karena kondisinya tidak ada mengancam lebih banyak dan menyebabkan aktivitas terganggu," kata Nadia dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (19/5/2022). 

baca juga:

"Nah jadi dari peningkatan kewaspadaan ini kita tidak melihat suatu klaster, jadi tidak ada peningkatan yang signifikan untuk Hepatitis akut tapi tetap harus diwaspadai," sambungnya. 

Berdasarkan keterangan para ahli, Nadia mengatakan bahwa penyakit hepatitis akut ini mirip dengan gejala Hepatitis A yang penularannya terjadi melalui makanan. 

"Nah makanya Kemudian sekarang kita mengimbau kepada masyarakat (agar senantiasa) mencuci tangan, tidak makan sembarangan, kemudian jangan berbagi alat makan dengan orang lain," ungkap Nadia. 

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan total 18 kasus yang diduga hepatitis misterius akut di Indonesia per 18 Mei 2022.

Kasus tersebut tersebar di beberapa daerah, meliputi Jakarta sebanyak 12 kasus, Bangka Belitung 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus, Jawa Barat 1 kasus, Sumatera Utara 1 kasus, Sumatera Barat 1 kasus, Jawa Timur, 2 kasus. 

Namun, dari ke-18 kasus ini, tujuh diantaranya dinyatakan selesai dan tidak dikategorikan sebagai penyakit hepatitis. []