Lifestyle

Kemenkes Optimalkan Vaksinasi Covid-19 Kedua untuk Anak

Kemenkes Optimalkan Vaksinasi Covid-19 Kedua untuk Anak
Perawat bersiap menyuntikkan vaksin anak di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (15/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Indonesia belum terbebas dari penyebaran Covid-19, dikarenkan vaksinasi belum mencapai standar yang dicanangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 70%, khususnya untuk lansia dan anak 6-11 tahun.

Apalagi, anak-anak berpotensi menjadi penular virus Covid-19 kepada orang di sekitarnya terutama kelompok rentan.

Oleh karena itu, anak pun harus mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap. 

baca juga:

"Walaupun kejadian COVID-19 pada anak  tidak banyak dibandingkan dewasa namun dapat menjadi penular, maka untuk memutus transmisi COVID-19 penting anak mendapatkan vaksinasi," kata Ketua Umum Pengurus Pusat katan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) Piprim Basarah saat  webinar yang diselenggarakan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) yang bertajuk “Pentingnya Vaksinasi Covid-19 pada Anak  Indonesia,” dikutip pada Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, cakupan vaksinasi Covid-19 pada anak, dapat melindungi kelompok sekolah sehingga tidak menjadi klaster sumber penularan.

"Dengan  adanya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang  lebih mudah menular, vaksinasi anak berguna untuk melindungi gejala Covid-19 berat seperti Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan long Covid-19," paparnya. 

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine mengatakan WHO meminta semua negara melakukan vaksinasi minimal 70% dari populasi  dan khusus kelompok rentan 100%. 

"Itu untuk mempertahankan imunitas masyarakat umum dan kelompok masyarakat rentan," jelas Prima pada kesempatan yang sama.

Prima mengatakan, secara umum tingkat vaksinasi Indonesia dosis kedua baru mencapai 63%, pada kelompok anak sudah mencapai 80% untuk dosis pertama. “Tetapi dosis kedua pada anak masih di bawah persentase yang diharapkan, sehingga menjadi tugas semua untuk segera mengejarnya,” ujar prima. 

“Cakupan imunisasi remaja sudah 95.98% atau 25 jutaan orang untuk dosis pertama dan 82.72% dosis kedua atau sekitar 22 juta orang,” imbuh Prima. 

Sementara itu, Anggota Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Cissy Kartasasmita menjelaskan vaksinasi anak sangat penting karena tidak hanya melindungi anak, melainkan juga lingkungannya, teman, guru, dan keluarga. “Termasuk orang tua, nenek, kakek dan balita yang belum bisa diimunisasi. Selain itu, vaksinasi anak akan melindungi kerabat yang belum dapat divaksinasi karena memiliki komorbid,” tambah Cissy.

Cissy menjelaskan program pemberian vaksin pada anak berlaku untuk usia 6-11 tahun. 

“Vaksin yang akan digunakan aman dan berkhasiat. Vaksin aman karena telah mendapat Emergency Use Authorization (EUA), ijin emergensi BPOM dan mendapat rekomendasi ITAGI,” tegas Cissy.[]