Lifestyle

Kemenkes: Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Darah dan Air Liur

Ada 15 negara yang mencatat kasus cacar monyet


Kemenkes: Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Darah dan Air Liur
Fakta Monkeypox alias cacar monyet (Shutterstock)

AKURAT.CO, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril mengatakan, penyakit cacar monyet atau monkeypox bisa menular melalui kontak erat manusia atau benda yang terkontaminasi dengan virus cacar monyet.

Dia mengatakan, penularan cacar monyet ini bisa terjadi melalui darah, air liur, cairan tubuh dan diduga juga bisa menular melalui pernapasan

"Bisa menularkan pertama bisa darah, air liur, cairan tubuh, lesi kulit dan dugaan droplet pernapasan," ujar Syahril dalam konferensi pers virtual 'Kasus Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia', dikutip pada Rabu (25/2/2022).

baca juga:

Syahril mengatakan, penyakit cacar monyet bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia. Namun, penularan cacar monyet sudah terjadi dari manusia ke manusia lainnya.

Syahril menjelaskan, penyakit cacar monyet ini memiliki masa inkubasi 6-16 hari, namun, juga bisa mencapai 5-21 hari.

Penyakit ini, lanjutnya, memiliki dua fase gejala yaitu pertama gejala prodromal/invasi selama 1-3 hari dengan gejala di antaranya, demam tinggi, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan nyeri otot serta lemas.

Kemudian fase paling infeksius/menular, dengan gejala timbul ruam atau lesi pada kulit dimulai dari muka, tangan dan bagian tubuh lainnya.

"Di Indonesia belum ada kasusnya, tapi karena ini bisa menular kita tetap mewaspadai," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah mewaspadai penularan penyakit cacar ini dengan menyiapkan Surat Edaran (SE) untuk meningkatkan kewaspadaan baik di wilayah dan dinkes, rumah sakit kantor kesehatan pelabuhan (KKP) dan lainnya serta menyiapkan kapasitas laboratorium pemeriksaan dan rujukan.

"Melakukan revisi pedoman pencegahan dan pengendalian monkeypox menyesuaikan situasi dan update WHO yang berisi mengenai surveilans tata laksana klinis, komunikasi risiko, pengelolaan laboratorium," ucapnya.

Syahril juga mengatakan, pemerintah memberikan warning atau perhatian dini bagi para pelaku perjalanan.

Menurut Syahril, perhatian dini ini khususnya diberikan pada pelaku perjalanan warga negara indonesia dan warga negara asing yang baru tiba dari negara-negara dengan laporan kasus cacar monyet. 

Seperti diketahui, kini sudah ada 15 negara yang mencatat kasus cacar monyet. Beberapa di antaranya yakni Amerika Serikat, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda hingga Portugal.

"Warning kepada pelaku perjalanan luar negeri, baik itu WNI ke negara yang saya sebutkan, yang saat ini terjangkit, atau bagi warga negara asing yang ke sini," terangnya. 

"Untuk (pelaku perjalanan) waspada pada gejala-gejalanya. Sekaligus melakukan konsultasi ke dokter dan faskes manakala gejala timbul dari negara-negara tadi," tambahnya.[]