Lifestyle

Kemenkes: Ada 16 Kasus Diduga Hepatitis Akut Misterius, Kumulatif 35 Kasus Di Indonesia

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. dr Mohammad Syahril menyatakan ada 16 kasus diduga hepatitis akut misterius di Indonesia. 


Kemenkes: Ada 16 Kasus Diduga Hepatitis Akut Misterius, Kumulatif 35 Kasus Di Indonesia
Ilustrasi vaksin hepatitis (Freepik/jcomp)

AKURAT.CO Juru bicara Kementerian Kesehatan RI. dr Mohammad Syahril menyatakan ada 16 kasus diduga hepatitis akut misterius di Indonesia. 

Bertambah dua kasus dari laporan sebelumnya per Minggu (21/5/2022), yakni 14 kasus.

Detail kasus, meliputi 15 pending klasifikasi dan satu kasus probable dari DKI Jakarta.

baca juga:

"Kumulatif ada 35 kasus (pasien gejala hepatitis akut), yang disingkirkan itu ada 19. Saat ini ada 16 yang diduga kasus hepatitis akut yang belum diketahui misterius," sebut Syahril dalam konferensi pers virtual 'Kasus Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia', pada Selasa (24/5/2022).

Dari 35 kasus kumulatif, 19 kasus diduga hepatitis akut yang masuk kategori discarded atau disingkirkan, karena diketahui mengidap infeksi demam berdarah dengue, infeksi bakteri sepsis, hingga reaktif hepatitis jenis A sehingga 19 pasien tersebut tidak lagi masuk kategori probable hepatitis akut.

Kasus hepatitis akut tersebar di Sumatera Barat hingga DKI Jakarta. Berikut detail datanya per 23 Mei 2022.

Banten

1 kasus pending klasifikasi

DKI Jakarta

1 probable

4 pending klasifikasi

Bangka Belitung

1 pending klasifikasi

Jambi

1 pending klasifikasi

DIY

1 pending klasifikasi

Jawa Timur

2 pending klasifikasi

Bali

2 pending klasifikasi

NTB

1 pending klasifikasi

Sulawesi Selatan

1 pending klasifikasi

Sementara itu, upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam merespons deteksi hepatitis akut misterius di dalam negeri, di antaranya dengan menerbitkan Surat Edaran Alur Pengiriman Rujukan Spesimen Pemeriksaan Sampel ke sejumlah rumah sakit.

Salah satunya dengan mendistribusikan reagen hepatitis E ke RSUP Adam Malik, Medan, Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand Padang, RSPI-SS Jakarta, RSCM Jakarta, Lab BKPK Jakarta, Labkesda Jawa Barat, RS Soetomo Surabaya, RS Universitas Udayana Bali, RSUD Ulin Banjarmasin, dan RSUP Wahidin Makassar.

"Kemenkes juga menerbitkan Surat Keputusan Dirjen Yankes tentang Tata Laksana Hepatitis Akut pada Anak yang Belum Diketahui Penyebabnya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan," katanya.

Upaya lainnya adalah menetapkan rumah sakit rujukan untuk perawatan pasien kasus hepatitis akut misterius pada anak, seperti di RSUP H Adam Malik Medan, RSUP Dr M. Djamin Padang, RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, RSUD Arifin Achmad Riau, dan RSUD Dr Zainoel Abidin Aceh. Selain itu, RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dan RSPI Prof Dr Sulianti Saroso menjadi rujukan di Jakarta.

Di samping itu, Kemenkes juga menunjuk RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, RSUP Dr Kariadi Semarang, RSUD dr Moewardi, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RSUD Dr Soetomo Surabaya, dan RSUD Dr Syaiful Anwar Malang sebagai rujukan hepatitis akut pada anak. 

Srlanjutnya, RSUP Sanglah Denpasar, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUP Prof Dr R D. Kandou Manado, RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, RSUD Dr Soedarso Pontianak, dan RSUD Ulin Banjarmasin sebagai rujukan hepatitis akut misterius pada anak.