News

Kemenhub Gandeng Korlantas Lakukan Penyekatan di 1.065 Titik Jelang Idul Adha

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan menyiapkan penyekatan di 1.065 titik simpul transportasi darat menjelang libur idul adha pada 20 Juli mendatang.


Kemenhub Gandeng Korlantas Lakukan Penyekatan di 1.065 Titik Jelang Idul Adha
Anggota Dinas Perhubungan melakukan penyekatan pengendara yang akan menuju Jalan Pangeran Antasari di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (14/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan menyiapkan penyekatan di 1.065 titik simpul transportasi darat menjelang libur idul adha pada 20 Juli mendatang.

Demi melancarkan kegiatan ini, Kemenhub menggandeng Korlantas Polri untuk penyekatan di 1.065 titik penyekatan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan orang di hari terakhir pelaksanaan PPKM darurat itu. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan bahwa pemeriksaan di 1.065 titik penyekatan nantinya akan dilakukan oleh tim Korlantas Polri. Sementara petugas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) akan melakukan rapid test antigen di sejumlah terminal tipe A.

Dia mengatakan, mereka berpedoman pada Surat Edaran (SE) 49 tahun 2021 yaitu bagi yang di wilayah aglomerasi. 

"Yang masih diizinkan melakukan perjalanan yaitu sektor esensial dan kritikal ini sudah ada dalam Instruksi Mendagri,” kata Dirjen Budi dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021). 

Bagi pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi darat, sungai, danau, dan penyeberangan dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan hanya untuk sektor esensial dan kritikal.

Para pelaku perjalanan juga harus dilengkapi dengan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat serta surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

“Khusus untuk pengemudi ojek online, kami telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, STRP nya nanti akan dibuat kolektif oleh para aplikator langsung ke Kadishub,” jelas Dirjen Budi.

Sementara itu bagi pelaku perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR berlaku maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan yang berlaku untuk perjalanan di Pulau Jawa dan Bali.

Seperti diketahui kebijakan PPKM darurat di Jawa dan Bali akan berakhir pada tanggal 20 Juli 2021. Hari itu bertepatan dengan penyelenggaraan hari raya Idul Adha.

Penyekatan dilakukan untuk mencegah orang bepergian lantaran memanfaatkan waktu libur yang ada.[]