News

Kemendikbudristek Kembali Salurkan Bantuan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19

Bantuan UKT menyasar kepada mahasiswa yang aktif kuliah, serta kondisi keuangan mahasiswa yang memerlukan bantuan UKT pada semester ganjil tahun 2021.


Kemendikbudristek Kembali Salurkan Bantuan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan sambutan saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Nadiem yang masih berusia 35 tahun ini menjadi menteri termuda yang dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan akan melanjutkan bantuan uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa yang terdampak Covid-19 tahun ini.

Hal ini disampaikan Nadiem saat peresmian lanjutan bantuan kuota data internet dan UKT 2021 secara daring lewat Youtube pada Rabu (4/8/2021) kemarin.

"Mulai bulan September 2021, Kemendikbudristek akan menyalurkan Rp745 miliar untuk lanjutan bantuan UKT bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19," kata Nadiem sebagaimana dikutip AKURAT.CO pada Kamis (5/8/2021).

Ia mengatakan bantuan setiap mahasiswa akan mendapat bantuan sesuai dengan besaran UKT di kampusnya dengan batas maksimal Rp2,4 juta. 

"Jika UKT lebih besar dari Rp2,4 juta, selisihnya menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai kondisi mahasiswa," katanya. 

Disebutkan, bantuan UKT menyasar kepada mahasiswa yang aktif kuliah, bukan penerima KIP Kuliah/ Bidikmisi, serta kondisi keuangan mahasiswa itu sendiri yang memerlukan bantuan UKT pada semester ganjil tahun 2021.

Bagi mahasiswa yang memerlukan bantuan UKT diharapkan segera mendaftarkan diri ke pimpinan perguruan tinggi untuk diajukan sebagai penerima bantuan ke Kemendikbudristek. 

"Nantinya, bantuan UKT akan disalurkan Kemendikbudristek langsung ke perguruan tinggi masing-masing," ujar dia. 

Nadiem juga menegaskan Kemendikbudristek akan menyalurkan tambahan Rp2,3 triliun untuk lanjutan bantuan kuota data internet bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen pada bulan September, Oktober, dan November 2021.

Sebelumnya, bantuan UKT diberikan Nadiem kepada mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta pada pertengahan tahun lalu dengan total anggaran yang diberikan mencapai Rp2 triliun yang diperuntukkan bagi 419.605 mahasiswa.

Lebih lanjut, dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga menjelaskan lanjutan kebijakan pemerintah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

“Melalui skema kebijakan perlindungan sosial, bantuan diberikan kepada masyarakat khususnya pada kondisi miskin dan rentan dalam bentuk Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, diskon listrik, Bantuan Sosial Tunai, BLT Desa, Kartu Prakerja dan Bantuan Subsidi Upah, Bantuan Beras Bulog, Kartu Sembako PPKM, dan tentunya Subsidi Kuota Internet,” jelas Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani menambahkan berdasarkan hasil survei pelaksanaan PEN kluster perlindungan sosial disimpulkan bahwa penargetan program semakin baik dan untuk bantuan kuota internet juga membantu proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Untuk bantuan kuota internet, 85% responden menilai bantuan ini membantu meringankan beban ekonomi, sementara 83% merasa terbantu dalam proses belajar mengajar, kemudian tingkat kepuasan publik kategori cukup puas dan sangat puas mencapai 63,2%," ujarnya.[]