Ekonomi

Kemendag: Sektor Jasa Berperan Bagi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Wamendag mengungkapkan sektor jasa berperan penting untuk pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19


Kemendag: Sektor Jasa Berperan Bagi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Pekerja kontruksi menyelesaikan proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek rute Cawang-Dukuh Atas di Cawang, Jakarta, Jumat (8/3/2019). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan ada sejumlah tantangan di sektor jasa konstruksi pada era Revolusi Industri 4.0, salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM) yang menguasai sistem Informasi dan Teknologi (IT). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan sektor jasa berperan penting untuk pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia.

“Sektor jasa yang berperan penting untuk recovery ekonomi yaitu jasa telekomunikasi, komputer, dan jasa infrastruktur, seperti jasa keuangan, transportasi, distribusi dan logistik,” kata Wamendag pada sosialisasi persetujuan kerangka kerja Asean di bidang jasa ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dan persetujuan perdagangan jasa ASEAN Trade on Services (ATISA) yang disiarkan virtual, Senin (12/4/2021).

Wamendag memaparkan moda perdagangan jasa yang paling terdampak adalah yang melibatkan interaksi langsung atau fisik antara penyedia jasa dan konsumen yaitu moda 2 (consumption abroad) dan moda 4 (movement of natural persons).

Situasi tersebut mendorong penyediaan secara moda 1 (cross-border supply), yakni online retail, online health, dan online education untuk dimaksimalkan.

Perdagangan jasa terbukti mampu meningkatkan perekonomian nasional. Untuk itu, Wamendag Jerry menyampaikan bahwa diperlukan pembangunan sektor jasa yang menyeluruh dan berkelanjutan, dalam rangka mendukung salah satu visi dan misi RPJMN 2020-2024, yakni mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

Untuk itu, sosialisasi yang dilakukan tersebut terbilang penting untuk memastikan dan menegaskan manfaat-manfaat dari perundingan yang dicapai.

“Kita perlu sediakan sosialisasi khususnya dengan para pengusaha. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan sudah melakukan negosiasi, Indonesia sudah menyelesaikan 22 perundingan perdagangan,” pungkas Jerry.

Sekadar informasi, Anggota Komisi VI DPR RI Amin AK mengingatkan agar berbagai Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas yang telah dilakukan Indonesia dengan berbagai negara dan kawasan internasional harus dapat dioptimalkan. Hal ini guna segera memulihkan perekonomian nasional.

Ia berharap agar Kementerian Perdagangan di bawah kepemimpinan Muhammad Lutfi mampu mengoptimalkan perjanjian perdagangan bebas secara bilateral dengan 162 negara di berbagai kawasan.

Ia mengemukakan, salah satu andalan untuk pemulihan ekonomi nasional agar keluar dari resesi adalah perdagangan internasional yang diharapkan terus tumbuh p ositif. Menurutnya, peningkatan aktivitas domestik khususnya konsumsi dan investasi swasta, sulit untuk pulih cepat mengingat belum terbentuknya kondisi herd immunity secara menyeluruh di tingkat nasional.

Sumber: ANTARA

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu