Ekonomi

Kemendag Manfaatkan E-commerce untuk Dorong Ekspor Masuki Pasar Global

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memanfaatkan niaga elektronik (e-commerce) untuk mendorong ekspor dan memasuki pasar global.


Kemendag Manfaatkan E-commerce untuk Dorong Ekspor Masuki Pasar Global
ILLUSTRASI e-commerce (Pexels)

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) memanfaatkan niaga elektronik (e-commerce) untuk mendorong ekspor dan memasuki pasar global. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan platform digital yang dikelola perwakilan dagang Indonesia di luar negeri. Platform digital membuka peluang ekspor bagi para pelaku usaha Indonesia, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin go global khususnya selama masa pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir ini.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan e-commerce, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menggelar lokakarya kepada para pelaku usaha ekspor pada Rabu, 25 Mei di Serpong, Tangerang Selatan. Lokakarya ini merupakan bagian dari program ekosistem ekspor yang digagas Ditjen PEN dengan para mitra, yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ID SEED, Goorita, dan Accelerice.

"Selama masa pandemi, UKM merupakan salah satu sektor yang terdampak secara negatif. Namun, sisi positifnya, terdapat akselerasi pemanfaatan teknologi digital serta meningkatnya keterlibatan UKM dalam pasar digital. Kerja sama Kemendag dengan para mitra diharapkan dapat terus mendorong para pelaku UKM untuk memasuki pasar global," ujar Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi pada kesempatan terpisah, mengutip siaran resmi Kemendag, Kamis (26/5/2022).

baca juga:

Pada lokakarya tersebut, hadir sebagai narasumber CEO PT Solusi Ekosistem Global selaku operator IDNStore dan Indomatjar, Hadi Lee dan COO PT Semeru Indonesia Maju operator Goorita.com, Ardian Prawira Yudha. Hadir pula Atase Perdagangan di Tiongkok, Marina; ITPC Shanghai, Indra Prahasta; Konsul Dagang di Hongkong, Ayu Wulan Sagita; Kepala Bidang Perdagangan di KDEI Taiwan, Sulistyono, Atase Perdagangan Riyadh, Erwansyah, serta ITPC Jeddah, Rivai Abbas. Sementara, peserta lokakarya yang hadir sebanyak 40 anggota Jakpreuner binaan Pemprov DKI yang mewakili produk olahan, fesyen, dan aksesori.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Ni Made Ayu Marthini menyampaikan, secara umum, potensi ekspor UKM masih didominasi oleh produk-produk seperti aksesori, batik, kriya, fesyen, serta makanan dan minuman olahan. Untuk itu, Ditjen PEN Kemendag akan melaksanakan sosialisasi dan lokakarya secara reguler untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana ekspor promosi ekspor sehingga dapat menjangkau para pelaku ekspor secara luas.

"Melalui pelatihan dan lokakarya ini, para pelaku usaha dapat memanfaatkan platform e-commerce IDNStore, Indomatjar, dan Goorita.com untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas UKM/pelaku usaha siap ekspor," tutur Made.

IDNStore dan Indomatjar adalah platform e-dagang berskala global pertama dari Indonesia bertujuan untuk mendorong penetrasi produk Indonesia khususnya produk UKM ke Tiongkok, Hongkong, Taiwan, dan Saudi Arabia. Platform dagang digital IDNstore menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Sementara, Indomatjar menggunakan bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Platform tersebut menjadi sarana transaksi secara bisnis ke bisnis (B2B) maupun bisnis ke konsumen (B2C).

Sementara itu, Goorita.com adalah yang platform digital yang bertujuan memberikan kesadaran penggunaan merek lokal (local brand awareness) dan memasarkan produk UKM Indonesia kepada diaspora dan perwakilan Indonesia di negara akreditasi. Goorita.com juga memiliki jaringan logistik dan distribusi yang terkoneksi di beberapa negara mitra dagang Indonesia sehingga memberikan harga logistik yang terjangkau dan bersaing.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi