Rahmah

Kemenag Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah

Kegiatan itu dilakukan bersama Majelis Masyayikh.


Kemenag Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah
Workshop Kemenag (Humas Kemenag)

AKURAT.CO Kementerian Agama bersama dengan Majelis Masyayikh menyusun  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pondok Pesantren Salafiyah. Penyusunan ini dikemas dalam Workshop Pemetaan Kurikulum Pondok Pesantren Salafiyah yang dilaksanakan di Bogor, (19/9).

Dalam workshop yang diikuti oleh perwakilan Pesantren Salafiyah dan Majelis Masyayikh, serta sejumlah Kepala Bidang Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur menyebut kegiatan itu guna merumuskan kriteria kelulusan santri pesantren salafiyah.

“Kami tengah merumuskan kriteria kelulusan santri pesantren salafiyah. Kriteria nantinya akan ditetapkan oleh majelis masyayikh,” terang Waryono.

baca juga:

Selain itu kata dia kegiatan tersebut juga mempersiapkan pendataan santri Salafiyah sebagai bagian dari data peserta didik secara nasional. Langkah ini antara lain untuk mengidentifikasi pesantren yang benar-benar murni salafiyah dan santrinya tidak terdata sebagai santri muadalah, diniyah formal, dan juga bukan siswa madrasah/sekolah. 

“Jadi kami melakukan pendataan para santri yang benar-benar murni belajar di Pesantren Salafiyah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Masyayikh Pesantren, Abdul Ghaffar Rozin, menjelaskan tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pesantren Salafiyah yang saat ini tengah digodok oleh Majelis Masyayikh.

"Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pesantren Salafiyah yang saat ini tengah digodok oleh Majelis Masyayikh. Menurutnya, SKL Pesantren akan menjadi acuan pada uji kompetensi santri pondok pesantren Salafiyah ke depan dan tentunya akan berkaitan erat dengan kurikulum pesantren," kata dia.

"Saat ini sudah ada Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Agama Islam nomor 4832 tahun 2018 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah, artinya SKL yang tengah disusun tidak berangkat dari ruang kosong," imbuhnya.

Menurutnya, SKL dalam Surat Keputusan tersebut setidaknya memuat dua hal. Pertama, Kompetensi Inti Keagamaan Islam yang terdiri atas kompetensi inti sikap, kompetensi inti pengetahuan, dan kompetensi inti keterampilan. Kompetensi ini harus dipenuhi oleh lulusan pesantren salafiyah untuk jenjang ula, jenjang wustha, dan jenjang ulya.