Rahmah

Kemenag Sebut Adanya Kemungkinan Penyesuaian Biaya Perjalanan Haji Tahun Depan

PHU Kementerian Agama mengatakan ada kemungkinan biaya perjalanan ibadah haji disesuaikan.

Kemenag Sebut Adanya Kemungkinan Penyesuaian Biaya Perjalanan Haji Tahun Depan
PHU Kemenag (Humas Kemenag)

AKURAT.CO Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief berbicara tentang kemungkinan adanya penyesuaian biaya perjalanan ibadah haji atau Bipih.

Bipih sendiri merupakan sejumlah uang yang harus dibayar oleh warga negara yang hendak menunaikan ibadah haji. Pada tahun 2022, Bipih yang dibayarkan jemaah hanya Rp39,8 juta dari total biaya haji Rp98 juta.

"Tahun depan, kemungkinan akan ada pembiayaan yang proporsional. Kita harus menjaga keberlangsungan jemaah haji yang akan berangkat dengan mengawal keuangan jemaah,” kata Hilman dikutip AKURAT.CO, Jumat (23/9).

baca juga:

Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan kegiatan penandatanganan MoU antara Bank BJB Syariah dengan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Provinsi DKI Jakarta.

Hilman kemudian menyinggung soal pentingnya jemaah memahami konsep istitha'ah (kemampuan) yang menjadi syarat haji. Menurutnya, konsep itu mencakup kemampuan secara fisik (kesehatan) dan juga material (biaya haji). Kewajiban haji diperuntukkan bagi mereka yang istitha'ah.

“Jemaah harus lebih diberikan pemahaman terkait istitha'ah, termasuk aspek biaya,” pesan Hilman kepada para pengurus KBIHU yang hadir.

Kuota jemaah haji Kota Jakarta Timur paling banyak dibandingkan kota dan kabupaten lainnya di wilayah DKI Jakarta. Hilman berharap para pimpinan KBIHU ikut membantu memberikan pemahaman dan pencerahan kepada jemaahnya terkait konsep istitha'ah, pembatasan kuota, termasuk masalah pembatasan usia jemaah haji.

“Jumlah haji terbanyak adalah Jakarta Timur, para pimpinan KBIHU diharapkan ikut membantu memberikan pencerahan kepada jemaah agar bersabar, khususnya dari usia dan kuota,” terangnya.

Dengan jumlah kuota haji tahun ini yang hanya berkisar 50%, masa tunggu jemaah di DKI Jakarta mencapai 56 tahun. “Semoga tahun depan kuota dapat kembali normal sehingga waktu tunggu DKI dapat lebih singkat,” harapnya

Pada kegiatan tersebut hadir Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Cecep Khairul Anwar, Wakil Walikota Jakarta Timur Hendra Hidayat, Kepala Kemenag Jakarta Timur Zulkarnain, Perwakilan MUI Jakarta Timur, serta Perwakilan FK KBIHU Jakarta Timur.[]