Rahmah

Kemenag Imbau Kembali Jemaah Haji Bayar Dam Sesuai Aturan Arab Saudi

Jemah haji Indonesia akan mendapat banyak kelebihan dengan mematuhi kebijakan tersebut


Kemenag Imbau Kembali Jemaah Haji Bayar Dam Sesuai Aturan Arab Saudi
Kepala Biro Humas, Data dan Informasi, Akhmad Fauzin (Humas Kemenag)

AKURAT.CO Untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal, Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengimbau kepada jemaah haji Indonesia 1443 H/ 2022 M supaya membayar Dam atau denda sesuai aturan yang berlaku Arab Saudi.

Diketahui, Dam harus dibayar bagi jemaah yang menunaikan Haji Tamattu’, yaitu melakukan umrah terlebih dahulu dan disusul menunaikan haji.

"Musim haji tahun 2022 ini, pemerintah Saudi melalui Perusahaan Motawif Jemaah Haji Asia Tenggara telah mengeluarkan surat Petunjuk DAM dan Kurban Tahun 1443H yang ditujukan kepada Perwakilan Misi Haji Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand," kata Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin saat memberikan keterangan pers di  Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (28/6/2022), dikutip AKURAT.CO dari laman resmi Kemenag.

baca juga:

"Imbauan itu berisi agar jemaah membayar Dam dengan menyetorkan sejumlah uang ke bank Arab Saudi sesuai nilai harga hewan yang hendak dipotong," tambahnya.

Menurut Akhmad Fauzin, jemaah haji Indonesia akan mendapat banyak kelebihan dengan mematuhi kebijakan tersebut, di antaranya adalah Bank penerima setoran Dam merupakan lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah Kerajaan Arab Saudi sehingga akuntablitas kredibiltasnya terjamin.

"Bank juga memiliki Lajnah Thibbi yang bertugas menyeleksi binatang yang memenuhi syarat untuk dijadikan hadyu. Dan memiliki lajnah syar’i, yang bertugas mengawasi dan memastikan keabsahan penyembelihan, distribusi, dan lainnya yang berkaitan dengan aspek fiqih," kata Akhmad Fauzin.

Akhmad Fauzin juga menyampaikan, membayar Dam sesuai aturan yang berlaku Arab Saudi membuat jemaah terhindar dari risiko adanya bisnis tidak wajar bahan penipuan. Sebab, harga yang ditentukamm dengan tarif standar.

"Bahkan, bisa mencapai target tepat sasaran dalam distribusi daging, dan menumbuhkan solidaritas sosial serta menciptakan kemaslahatan yang lebih luas," tandas Akhmad Fauzin

Jemaah diminta agar membayar Dam melalui saluran pembayaran yang telah dilegalkan oleh pemerintah Arab Saudi. Bank tersebut merupakan Bank Pembangunan Islam (IsDB), Bank Al Rajhi, Pos Saudi, dan Situs ADAHI.

Sumber: Kemenag