News

Kemenag Dorong Dana ZIS Didistribusikan Untuk Bantu Korban Bencana

Kemenag Dorong Dana ZIS Didistribusikan Untuk Bantu Korban Bencana Sumedang, Kalsel dan Majene


Kemenag Dorong Dana ZIS Didistribusikan Untuk Bantu Korban Bencana
Warga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD SUlawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Tado/wpa/hp. (Antara Foto)

AKURAT.CO Kementerian Agama mendorong agar zakat, infaq, sedekah (ZIS) yang terkumpul di lembaga-lembaga zakat didistribusikan untuk menolong masyarakat yang saat ini ditimpa bencana banjir dan gempa.

Dana ummat itu bisa dimaksimalkan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang dirundung duka akibat bencana alam. Seperti yang dialami sebagian masyarakat Sumedang, Kalimantan Selatan dan Majene, Sulawesi Barat.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mendorong agar pendistribusian zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak longsor, banjir dan gempa bumi. 

Masyarakat korban bencana alam telah diputuskan sebagai kelompok masyarakat yang berhak menerima ZIS. Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Ketua Baznas Nomor 64 tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat. Dalam Bab II keputusan tersebut korban bencana alam dapat dikategorikan ke dalam golongan yang berhak menerima ZIS.

"Dalam Keputusan Ketua Baznas Nomor 64 Tahun 2019, semua usia bahwa termasuk dalam golongan fakir antara lain: orang lanjut atau tidak bisa bekerja, anak yang belum baligh, orang yang sakit fisik atau mental, orang yang berjuang di jalan Allah tanpa menerima bayaran dan atau korban bencana alam atau bencana sosial, ”tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu 16/01/2021.

Longsor di Sumedang, banjir Kalimatan Selatan serta gempa bermagnitudo 6,2 di Sulawesi Barat mengakibatkan banyak korban jiwa kehilangan nyawa, luka berat, maupun luka ringan dan berbagai jenis kerugian fisik. 

Nah, dalam konteks meringankan beban para korban itu, baik zakat, infaq, dan sedekah bisa menjadi solusi atas masalah yang sebagian masyarakat terdampak.

“Pendistribusian zakat pada bidang kemanusiaan yang diberikan dalam penanganan korban bencana alam, korban kecelakaan, korban penganiayaan, dan korban tragedi kemanusiaan lainnya,” ujarnya.