News

Kemenag Diminta Revisi Biaya Ibadah Umrah di Masa Pandemi

Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Agama mengkaji kembali biaya yang perlu dibayarkan oleh calon jemaah umrah.


Kemenag Diminta Revisi Biaya Ibadah Umrah di Masa Pandemi
Menteri Haji dan Umrah telah mengumumkan pada bahwa Kementerian Kesehatan akan mengambil keputusan terkait dengan daftar negara yang akan diizinkan untuk mengirim jamaah umrah mereka (saudigazette.com.sa)

AKURAT.CO Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Agama mengkaji kembali biaya yang perlu dibayarkan oleh calon jemaah umrah. Pengkajian ulang biaya umrah tersebut perlu dilakukan setelah pemerintah Arab Saudi membuka kembali pintu pelaksanaan umrah bagi Indonesia.

"Selain itu, penetapan biaya referensi biaya umrah di masa pandemi juga merupakan hal yang urgent untuk segera direvisi menyesuaikan dengan berbagai kebijakan yang akan diambil," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dalam Raker di Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (30/11/2021). 

Yandri meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk melakukan revisi terhadap Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719/2020 tentang penyelengaraan umrah pada masa pandemi 2020 yang mengatur biaya umrah pada kondisi di masa pandemi Covid-19. Aturan itu mengatur referensi biaya umrah sebesar Rp26 juta. 

baca juga:

"Perlu segera dikaji ulang apakah akan tetap sama ataukah akan terjadi perubahan biaya," katanya.

Politikus PAN ini meminta Kementerian Agama tidak terlalu memberatkan biaya umrah kepada calon jemaah.

"Satu hal yang perlu menjadi catatan Komisi VIII DPR RI adalah agar penetapan biaya referensi penyelenggaraan ibadah umrah tidak terlalu memberatkan calon jemaah," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menag Yaqut memastikan pihaknya akan membahas revisi KMA 719/2020 tentang perjalanan umrah dan KMA 777/2020 mengenai biaya umrah.

"Sebagaimana disampaikan pimpinan rapat bahwa biaya umrah harus dikaji ulang dievaluasi agar tidak memberangkatkan jemaah," kata Yaqut.

Diketahui sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah membagikan kabar baru terkait kelomggaran aturan haji dan umrah dari Arab Saudi. Yaqut mengatakan, pembicaraan dengan otoritas haji dan umrah Saudi mengalami kemajuan yang menggembirakan.