Ekonomi

Kembangkan Perusahaan BUMN Banyak Manfaat, Erick Cari Investor Strategis

Kembangkan Perusahaan BUMN Banyak Manfaat, Erick Cari Investor Strategis
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Erick Thohir melakukan berbagai upaya untuk membenahi perusahaan BUMN. Selain melakukan restrukturisasi, Menteri Erick dan jajaran di Kementerian BUMN terus mengupayakan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol melalui skema pendanaan dari investor strategis, bukan dari utang.

Head of Research Jarvis Asset Management Andri Ngaserin menilai, kebijakan Menteri Erick yang melakukan pembangunan infrastruktur melalui skema pendanaan dari investor strategis, dinilai merupakan langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi.

Sebab dengan adanya investor baru yang masuk dan berinvestasi di jalan tol, akan menciptakan diversivikasi pendanaan pembangunan infrastruktur.Sehingga nantinya pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya mengandalkan dari APBN.

baca juga:

Manfaat lainnya yang bisa didapatkan jika menghadirkan investor strategis adalah menciptakan Good Corporate Governance (GCG) yang lebih baik di proyek strategis Nasional

"Langkah Menteri Erick untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol melalui skema pendanaan dengan mendatangkan investor strategis merupakan langkah rasional. Menggandeng investor strategis selain mengurangi ketergantungan pembangunan infrastruktur dari APBN, juga mengurangi risiko Pemerintah dan menciptakan nciptakan Good Corporate Governance (GCG) yang lebih baik di proyek strategis Nasional," papar Andri.

Kini Pemerintah melalui Kementrian BUMN tengah menawarkan proyek pembangunan infrastruktur kepada investor strategis. Melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF), Kementerian BUMN mencari mitra strategis yang mau membiayai pembangunan infrastruktur nasional dengan sumber pendanaan non APBN.

Salah satu ruas tol yang akan ditawarkan ke investor adalah ruas tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang. PT Waskita Karya Tbk melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) dan Indonesia Investment Authority (INA) sudah resmi menawarkan proyek infrastruktur ke investor.

Kerja sama dan kesepakatan pencairan dana dari INA, melalui anak perusahaan yang sepenuhnya milik lembaga pengelola investasi Indonesia itu, yaitu PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII) dan PT Abhinaya Investasi Indonesia (AII) diyakini akan membuat arus kas Waskita Karya semakin kuat untuk pengembangan proyek-proyek tol yang lainnya.

Ruas tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang ditawarkan INA dinilai Andri akan membuat investor tertarik untuk masuk dan berinvestasi di berbagai proyek infrastruktur yang ditawarkan Pemerintah. Selain ditawarkan dengan harga yang kompetitif, prospek bisnis yang akan didapatkan investor dari ruas tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang juga dinilai Andri sangat menjanjikan.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi