News

Kembali Ubah Hukum, Arab Saudi Izinkan Wanita Hidup Sendirian Tanpa Izin Wali Laki-laki

Kini wanita dewasa Saudi bisa memperoleh kebebasan untuk tinggal di sebuah rumah sendirian dan terpisah dengan wali pria


Kembali Ubah Hukum, Arab Saudi Izinkan Wanita Hidup Sendirian Tanpa Izin Wali Laki-laki
Dalam foto ini, para pelajar Saudi berjalan di pameran untuk memandu pencari kerja di Glowork Women's Career Fair di Riyadh, 2 Oktober 2018 (REUTERS/Faisal Al Nasser via MEMO)

AKURAT.CO, Arab Saudi akhirnya resmi mengizinkan wanita lajang, bercerai atau janda untuk hidup secara mandiri di sebuah rumah tanpa izin dari ayah atau wali laki-laki lainnya.

Seperti diwartakan Gulf News, otoritas kehakiman Kerajaan telah menghapus ayat B pasal No. 169 dari 'Hukum Acara Pengadilan Syariah'. Ini adalah hukum yang menyatakan bahwa seorang wanita dewasa lajang, bercerai, atau janda harus diserahkan kepada wali laki-lakinya.

Karena amandemen itulah, kini wanita dewasa Saudi bisa memperoleh kebebasan untuk tinggal di sebuah rumah sendirian dan terpisah dengan wali pria. Sekarang mereka juga bisa tinggal sendiri tanpa harus meminta persetujuan dari wali tersebut.

"Seorang wanita dewasa memiliki hak untuk memilih tempat tinggal. Wali seorang wanita hanya dapat melaporkannya jika dia memiliki bukti bahwa dia telah melakukan kejahatan," bunyi undang-undang yang baru diamandemen tersebut.

Tak hanya itu, menurut MEMO, jika seorang wanita dipenjara dan masa hukumannya selesai, dia tidak harus diserahkan kepada walinya.

Pengacara Saudi, Naif Al-Mansi juga menambahkan bahwa kini, keluarga tidak bisa lagi mengajukan tuntutan hukum terhadap putri mereka yang memilih untuk hidup sendiri. Dengan kata lain, pengadilan tidak akan lagi menerima kasus semacam itu, yang sebelumnya mendapatkan prioritas dari otoritas. 

Kasus yang dimaksud Al-Mansi ini diketahui sempat terjadi pada seorang penulis wanita Saudi bernama Mariam Al Otaibi. Diketahui, ia tersandung masalah karena bersengketa dengan keluarganya soal 'hak hidup sendirian'. Saat itu, Al Otaibi dituntut oleh keluarganya karena pindah ke ibu kota Riyadh. Oleh keluarganya, Al Otaibi dituduh melanggar undang-undang 'ketidakhadiran'. 

Al Otaibi lalu ditangkap pada 2017 setelah keluar dari rumah keluarganya di Ar Rass dan mengeluh telah menjadi korban kekerasan dari ayah dan saudara laki-lakinya. Setelah ditangkap, Al Otaibi diadili dengan dakwaan hidup dan bepergian sendirian tanpa izin wali laki-laki.  Namun, Al Otaibi yang berusia 32 tahun kemudian memutuskan untuk 'melawan' peradilan tersebut. Akhirnya, setelah tiga tahun berjuang, pada Juli 2020, Al Otaibi memenangkan kasusnya. Ketika itu, pengadilan memutuskan bahwa Al Otaibi memiliki 'hak untuk memilih tempat tinggal' dan berhak untuk pindah ke Riyadh.

Baca Juga: Aktivis Perempuan Arab Saudi yang Lawan Sistem Wali Dibebaskan

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu