Ekonomi

Kembali Tahan Suku Bunga 3,5 Persen, BI Beberkan Ini!

akan menetapkan suku bunga facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen


Kembali Tahan Suku Bunga 3,5 Persen, BI Beberkan Ini!
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada konferensi pers, Selasa (24/5/22). (Tangakapan Layar YouTube BI)

AKURAT.CO, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dilaksanakan pada 23-24 Mei 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen.

Ia menjelaskan BI akan menetapkan suku bunga facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen. Menurutnya keputusan tersebut sejalan dengan menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah eksternal yang meningkat.

“ Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23 dan 24 Mei 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7DRR sebesar 3,5 persen," ucap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada konferensi pers, Selasa (24/5/2022).

baca juga:

Lebih lanjut, pihaknya akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka mengendalikan inflasi.

Kebijakan tersebut, merupakan pertimbangan dalam kondisi ekonomi global maupun domestik. Pada sisi global proses pemulihan ekonomi akan terganggu di dalam lonjakan inflasi dan kebijakan moneter di berbagai negara.

“Ketegangan geopolitik dan normalisasi moneter di beberapa negara akan berdampak pada pelemahan dunia,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya akan terus menjaga stabilitas moneter sistem keuangan, dan meningkatkan kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha.

“Pada sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan. Perbaikan ekonomi domestik berlanjut ditopang peningkatan permintaan domestik dan kinerja ekspor,” lanjutnya.

Pihaknya mencatat saat ini rupiah terdepresiasi sebesar 2,8 persen pada tanggal 23 Mei 2022 dibandingkan pada akhir April 2022. Walaupun terjadi depresiasi rupiah, dirinya meyakini masih lebih baik dibandingkan dengan pelemahan nilai tukar negara lain.