News

Kembali Jadi Tersangka, 5 Fakta Penangkapan Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip oleh KPK

Sebelumnya, Sri Wahyumi sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada tahun 2019 lalu


Kembali Jadi Tersangka, 5 Fakta Penangkapan Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip oleh KPK
Mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip (Instagram/swmanalip)

AKURAT.CO, Mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip, kembali diamankan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (29/4) kemarin. Diketahui, penangkapan tersebut dilakukan terkait dugaan kasus korupsi proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017.

Sebelumnya, Sri Wahyumi juga sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena terjerat suap lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung, serta pekerjaan revitalisasi Pasar Beo di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2019.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penangkapan mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.

1. Korupsi proyek infrastruktur tahun 2014-2017

Sri Wahyumi diduga terlibat dalam dugaan kasus suap proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017. Ia diduga menerima grtifikasi sebanyak Rp9,5 miliar.

Menurut Deputi Pendindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, seperti dilansir dari Antara, kasus tersebut merupakan perkembangan dari perkara suap lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan revitalisasi Pasar Beo di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2019.

2. Ditetapkan sebagai tersangka

Saat ini, status Sri Wahyumi juga sudah naik menjadi tersangka oleh KPK. Penetapan tersebut dijatuhkan setelah tim penyidik melakukan penyelidikan dan pengumpulan data sejak tahun 2020.

"Selanjutnya, KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan sejak September 2020 dan menetapkan SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip) sebagai tersangka," kata Deputi Pendindakan dan Eksekusi KPK Karyoto.

3. Ditahan selama 20 hari

Deputi Pendindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, mengatakan Sri Wahyumi akan ditahan selama 20 hari di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih. Menurutnya, hal ini dilakukan demi kepentingan penyidikan perkara eks Bupati Talaud tersebut.

"Untuk kepentingan penyelidikan, KPK melakukan penahanan tersangka SWM selama 20 hari terhitung sejak 29 April 2021 sampai dengan 18 Mei 2021 di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih," jelasnya.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu