Ekonomi

Kembali Ditunjuk Jadi Dirut Pertamina, Berikut Capaian Nicke Widyawati

Kembali Ditunjuk Jadi Dirut Pertamina, Berikut Capaian Nicke Widyawati
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (baju hijau) mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI di kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022). RDP ini membahas perkembangan terkini soal kenaikan harga BBM bersubsidi dan non subsidi, produksi atau lifting minyak, pengolahan minyak, serta kapasitas kilang minyak. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Nicke Widyawati kembali ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun enam pilar Pertamina mencatat beberapa capaian strategis seperti Go Proctive dan Efficient, di mana Nicke sukses mengawal transformasi Pertamina menjadi Holding Migas dengan enam subholding. sehingga menjadi lebih produktif dan efisien. 

"Pertamina berhasil meningkatkan kapasitas perusahaan di hulu dengan kembalinya Blok Rokan ke pangkuan ibu pertiwi, serta melakukan pengeboran yang masif dan agresif," bunyi keterangan yang diterima, Senin (3/9/2022).

baca juga:

Adapun kapasitas di hilir pun meningkat dengan membangun kapal tanker raksasa/VLCC, 13 Terminal BBM baru di kawasan Indonesia Timur, menambah kapasitas produksi Kilang (penyelesaian proyek RDMP Balongan, Blue Sky Cilacap, dan Aromatik TPPI, serta pembangunan RDMP Balikpapan, GRR Tuban, dan Petrochemical).

Perusahaan pun melakukan berbagai upaya optimalisasi biaya sehingga tetap dapat mencetak keuntungan meskipun dalam kondisi pandemi dan krisis energi dunia. 

Kemudian yang kedua adalah Go Global, di mana Pertamina semakin menunjukkan eksistensinya di kancah global. Nicke sukses memandu anak usaha menjadi pemain global di antaranya ditunjukkan dengan peningkatan operasional hulu migas Pertamina di 13 Negara yang dapat membawa 49,9 juta barel minyak masuk ke Indonesia, armada Pertamina International Shipping telah memenuhi standar global dan memperluas trading area dari 8 rute menjadi 11 rute internasional. 

"Produk Green Diesel Pertamina pun berhasil masuk pasar dunia. Kinerja Pertamina mendapat pengakuan dunia, di mana menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam Global Fortune 500," tulisnya. 

Selanjutnya yang ketiga Go Green. Di masa kepemimpinan Nicke, Pertamina berhasil membangun Green Refinery di Dumai dan Cilacap, yang  memproduksi produk energi hijau berbasis kelapa sawit seperti Green Diesel D100 dan Bioavtur. 

Bauran energi EBT meningkat melalui pembangunan PLTS  di 238 SPBU (Green Energy Station), PLTS di Kilang dan blok hulu migas. Program dekarbonisasi di Kilang dan di blok migas telah berhasil menurunkan emisi karbon sekitar 6,2 juta metric ton CO2. Produk B30 pun sukses menurunkan emisi karbon di sektor transportasi. 

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi