Tech

Kemauan Audiens Pengaruhi Kualitas Konten di Media Sosial

Kemauan Audiens Pengaruhi Kualitas Konten di Media Sosial
Ilustrasi menggunakan media sosial. (pixabay.com/erik_lucatero)

AKURAT.CO Kehadiran media sosial jadi wadah bagi siapapun untuk melakukan personal branding. Meningkatkannya pengguna media sosial, membuat makin banyak individu maupun sebuah brand berlomba-lomba memproduksi konten untuk membangun citra positif dan mengejar algoritma.

"Kita tidak bisa menyalahkan satu pihak kalau dulu kontennya bermafaat, kemudian sekarang menjadi perdebatan. Banyak orang tertipu algoritma," kata CEO and Founder of Coffee Meets Stocks, Theo Derick saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur, baru-baru ini.

Di Indonesia, penggguna internet pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna. Di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dengan begitu, dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.

baca juga:

Menurut Theo, ketika membuat konten, pengguna media sosial dapat melihat kemauan audience. Di mana, audience market Indonesia sekarang ini sukanya konflik dan perdebatan, sehingga ketika algoritma Instagram yang semakin menurun, individu seakan dipaksa membuat konten semakin kearah yang buruk supaya bisa mendapat insight.

"Susah banget kalau mau bilang konten harus positif-positif semua. Tidak akan ditonton juga, karena semua orang menonton hal itu (konflik dan perdebatan), marketnya banyak di situ," kata Theo.

Sementara itu, sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. 

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Selain itu, Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.