News

Kematian Corona Tembus 1.600 Orang Sehari, India Akan Vaksinasi Semua Orang Dewasa

Mulai 1 Mei mendatang, India pun dilaporkan bakal menyuntik semua orang dewasa dengan batas usia di atas 18 tahun


Kematian Corona Tembus 1.600 Orang Sehari, India Akan Vaksinasi Semua Orang Dewasa
India akan mulai memvaksinasi semua orang yang berusia di atas 18 tahun mulai 1 Mei mendatang (PTI via Indian Today)

AKURAT.CO, Melonjaknya jumlah kasus COVID-19 telah memicu India untuk memperluas program vaksinasinya. Mulai 1 Mei mendatang, India pun dilaporkan bakal menyuntik semua orang dewasa dengan batas usia di atas 18 tahun. 

Diwartakan Indian Today, keputusan itu diambil selama pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada Senin (19/4). Itu hari di mana India masih mencatatkan jumlah infeksi harian massif dengan angka mencapai lebih dari 256 ribu kasus. Sementara, jumlah kematian harian pada Senin dikonfirmasi berada di angka 1.619 kasus, menurut BBC. 

Dalam pertemuan Senin kemarin, Modi pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja keras demi memastikan vaksinasi terjangkau bagi rakyat dengan waktu sesingkat-singkatnya.

Sebagai bagian dari upaya itulah, Modi mengatakan akan mulai meluncurkan 'strategi vaksinasi Fase 3'. Ini tidak lain adalah strategi untuk menyuntik semua orang India  yang berusia di atas 18 tahun. 

Di bawah Fase 3 ini juga, para produsen vaksin akan memasok 50 persen dari dosisnya ke pemerintah pusat, dan sisanya ke pemerintah negara bagian dan pasar terbuka dengan harga yang ditentukan sebelumnya. Dengan kata lain, di bawah strategi itu,  pemerintah negara bagian akan diizinkan untuk mendapatkan vaksin langsung dari produsennya. Begitu pula dengan produsen, mereka bisa langsung menjual produknya ke pembeli swasta.

"Di bawah Fase 3 dari strategi vaksinasi COVID-19, produsen vaksin akan memasok 50 persen dari dosis bulanan yang ditetapkan Central Drugs Laboratory (CDL) kepada Pemerintah India, dan akan bebas untuk memasok sisa dosis 50 persen kepada pemerintah negara bagian dan di pasar terbuka.

"Pemerintah India, pada gilirannya, akan mengalokasikan vaksin ke negara bagian berdasarkan kriteria sejauh mana infeksi (jumlah kasus COVID-19 aktif) dan kinerja (kecepatan pemberian)," kata CDL ikut mengonfirmasi.

Kendati demikian, dengan suplai vaksin yang terbatas di banyak negara bagian, belum jelas dari mana asal dosis tambahan yang bakal digunakan untuk menyuntik orang dewasa.

Diketahui, India masih terus menjalani program vaksinasi untuk kelompok rentan. Di antaranya adalah para petugas kesehatan atau pekerja garis depan, serta warga yang berusia di atas 45 tahun. 

Namun, dalam memvaksinasi kelompok tersebut, India dilaporkan masih menghadapi kesulitan untuk memasok vaksin. Ini terutama terjadi di wilayah dengan tingkat infeksi tinggi, seperti Maharashtra. Sejumlah laporan bahkan mengungkap bagaimana warga sampai ditolak dari pusat vaksinasi karena keterbatasan pasokan vaksin.

Sementara pemerintah masih berjuang memenuhi pasokan vaksin dalam negeri, banyak negara bagian mulai melapor adanya kekurangan fasilitas medis. Di ibu kota Delhi misalnya, rumah sakit-rumah sakit banyak yang melapor kekurangan kasus, oksigen, serta obat-obatan utama untuk COVID-19.

Kepala Menteri Arvind Kejriwal juga telah mengungkap bagaimana persediaan oksigen di Delhi telah menjadi situasi darurat. 

"Mengingat kasus yang meningkat tajam, Delhi membutuhkan lebih dari pasokan biasanya," kata Kejriwal.

Beberapa kota besar juga menyampaikan keluhan serupa.

Sementara itu, pada Selasa (20/4) hari ini, Worldometers mencatatkan India dengan jumlah infeksi total menembus lebih dari 15,3 juta kasus. Sedangkan, jumlah kematian adalah 180.550 kasus.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu