News

Kematian Corona Capai 2 Ribu Per Hari, RS di India Malah Kebakaran

Kematian Corona Capai 2 Ribu Per Hari, RS di India Malah Kebakaran
Dalam foto ini, seorang pasien dievakuasi dari rumah sakit setelah rumah sakit yang terbakar pada Jumat (23/4) pagi berhasil dipadamkan. (EUROPEAN PRESSPHOTO AGENCY)

AKURAT.CO, Situsi India yang diamuk virus corona makin memprihatinkan setelah sebuah rumah sakit di dekat Mumbai dilalap api pada Jumat (23/4) hari ini.

Sebagaimana diwartakan BBC, kebakaran itu melanda Rumah Sakit Vijay Vallabh di daerah Virar, negara bagian barat Maharashtra.

Hingga kini, memang masih belum jelas bagaimana kobaran api dimulai. Namun yang pasti, akibat kebakaran ini, sedikitnya 13 pasien dinyatakan tewas.

baca juga:

Sementara menurut catatan DW, api awalnya mengganyang unit perawatan intensif (ICU) yang merawat pasien COVID-19. Api muncul itu sekitar pukul 3 pagi waktu setempat, di mana saat itu ada 17 pasien yang berada di ICU.

Setelahnya, sebagian besar pasien ditemukan tewas, sementara 4 lain yang selamat dipindahkan ke rumah sakit lain sembari diberi oksigen.

Perdana Menteri India Narendra Modi telah menyampaikan belasungkawanya atas para korban. Melalui Twitter, Modi juga menyebut bahwa kebakaran itu adalah 'insiden yang sangat tragis'.

"Kebakaran di rumah sakit COVID-19 di Virar sungguh tragis. Belasungkawa bagi mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai. Semoga yang terluka segera pulih," tulis Modi.

Insiden kebakaran ini terjadi di tengah-tengah limpungnya India mengurusi lonjakan pasien virus corona. Seperti diketahui, saat ini, India tengah dihantam gelombang kedua mematikan dari COVID-19. 

Pada hari Jumat ini, India bahkan kembali mencatatkan rekor infeksi harian tertinggi di dunia dengan angka mencapai 332.730 kasus. Dengan ini, total infeksi di India akhirnya meroket menjadi  lebh dari 16,2 juta kasus.

Kenaikan yang sama juga terjadi dalam hal kasus kematian di mana dalam 24 jam terakhir, jumlah korban tewas melonjak dengan rekor 2.263 kasus. Kini, total kematian di India akhirnya melambung menjadi 186.928, menurut Worldometers.

Situasi COVID-19 di India inilah yang pada akhirnya membuat ambruk sistem kesehatan di India, di mana rumah sakit terus melaporkan kekurangan oksigen, tempat tidur perawatan intensif, hingga ventilator. Mahkamah Agung setempat bahkan sampai menetapkan 'darurat kesehatan nasional' sebagai imbas dari laporan peralatan medis yang kurang.

Kemudian di antara berbagai negara bagian yang terdampak, Maharashtra adalah yang paling parah, termasuk dalam hal infeksi maupun kurangnya pasokan oksigen untuk pasien. Pada Rabu (21/4), Maharashtra bahkan harus menyaksikan 24 pasien COVID-19 meninggal setelah mereka kehilangan aliran oksigen ke ventilator mereka.[]