News

Kematian 13 Orang setelah Suntik Vaksin Flu di Korsel Bikin Warga Was-was

Setidaknya 13 warga Korea Selatan meninggal setelah disuntik vaksin flu dalam beberapa hari terakhir


Kematian 13 Orang setelah Suntik Vaksin Flu di Korsel Bikin Warga Was-was
Korea Selatan menggelar program vaksinasi gratis untuk mencegah pandemi ganda antara flu musiman dan COVID-19 (Yonhap)

AKURAT.CO, Setidaknya 13 warga Korea Selatan meninggal setelah disuntik vaksin flu dalam beberapa hari terakhir, menurut laporan resmi dan media lokal. Hal ini sontak menimbulkan keraguan tentang keamanan vaksin.

Menurut pernyataan otoritas kesehatan pada Rabu (21/10), usai penyelidikan awal terhadap 6 kematian, tidak ditemukan hubungan langsung dengan obat yang mereka terima. Dengan demikian, tak ada rencana untuk menghentikan program vaksinasi terhadap 19 juta orang tersebut secara gratis.

"Jumlah kematian telah meningkat, tetapi tim kami melihat kecil kemungkinannya kematian itu disebabkan vaksin," kata Jeong Eun-kyeong, direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).

Korea Selatan memesan 20 persen lebih banyak vaksin flu tahun ini demi menghindari 'twindemic', pandemi ganda antara flu musim dingin dan COVID-19 yang terancam membebani rumah sakit.

Kematian ini terjadi hanya seminggu setelah dimulainya kembali program vaksinasi untuk remaja pada 13 Oktober. Di antara korban, terdapat seorang remaja lelaki 17 tahun dan seorang pria 70an tahun. Namun, tak ditemukan zat beracun di dalam vaksin. Selain itu, 5 dari 6 orang yang diselidiki punya kondisi bawaan.

Program vaksinasi dihentikan sementara selama 3 minggu. Pasalnya, ditemukan sekitar 5 juta dosis yang perlu disimpan dalam lemari es telah terpapar suhu ruang saat diangkut ke fasilitas medis.

Vaksin Korea Selatan ini berasal dari berbagai sumber, di antaranya dari farmasi lokal GC Pharma, SK Bioscience, dan Il-Yang Pharmaceutical CO, bersama dengan Sanofi Prancis dan GlaxoSmithKline Inggris. Sementara itu, distributornya meliputi antara lain LG Chem dan Boryung Biopharma.

Selain vaksinasi gratis, warga Korea Selatan juga ditawarkan program berbayar. Di bawah program itu, pembeli dapat memilih penyedia vaksin dari kumpulan produsen yang lebih luas.

Kim Myung-suk termasuk salah satu warga yang memenuhi syarat mendapatkan vaksin gratis. Namun, pria 65 tahun itu memilih untuk membayar.