News

Kemacetan di Terusan Suez Sebabkan Lonjakan Polusi Sulfur, Terdeteksi Satelit Antariksa

Kemacetan di Terusan Suez Sebabkan Lonjakan Polusi Sulfur, Terdeteksi Satelit Antariksa


Kemacetan di Terusan Suez Sebabkan Lonjakan Polusi Sulfur, Terdeteksi Satelit Antariksa
Citra satelit kapal Ever Given yang terjebak di terusan Suez selama 6 hari (Maxar Technologies via BBC)

AKURAT.CO, Kemacetan di Terusan Suez bulan lalu rupanya menyebabkan lonjakan polusi kapal. Bahkan, polusi ini dapat dilihat dari luar angkasa.

Dilansir dari BBC, ketika kapal kontainer Ever Given terjepit di jalur air terkenal itu, ratusan kapal lainnya terpaksa menunggu karena tak bisa lewat. Ini menyebabkan konsentrasi sulfur dioksida (SO2) di udara melonjak hingga 5 kali lipat dari angka normal di sisi kanal Mediterania.

SO2 adalah produk sampingan dari jenis bahan bakar minyak pekat yang dibakar oleh mesin kapal. Organisasi Maritim Internasional (IMO) pun saat ini tengah berupaya membatasi emisi gas ini karena dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Lebih dari 350 kapal terjebak di Terusan Suez dari 23 Maret hingga 29 Maret. Sebagian besar berlabuh di ujung utara kanal. Meski mesin utama mereka dimatikan, kapal masih menjalankan unit mesin uap dalam mode yang disebut 'hotelling'.

Kemacetan di Terusan Suez Sebabkan Lonjakan Polusi Sulfur, Terdeteksi Satelit Antariksa - Foto 1
Maxar Technologies via BBC

Hal ini menyebabkan penumpukan SO2 di atmosfer yang diamati oleh satelit Sentinel-5P Uni Eropa. Pesawat antariksa yang dikelola Badan Antariksa Eropa itu dilengkapi dengan Tropomi, spektrometer sensitif yang dapat mendeteksi berbagai jejak polutan, termasuk sulfur dioksida.

"Saat kapal bergerak, ketika mereka benar-benar berlayar, mereka mengeluarkan lebih banyak sulfur dioksida daripada saat hotelling. Namun, faktanya, saat ada begitu banyak kapal terparkir bersamaan, kita bisa melihat sinyal ini dalam data satelit Sentinel-5P," terang Dr Maryam Pourshamsi, spesialis Pengamatan Bumi dan Airbus Defense and Space.

Lonjakan SO2 itu langsung menghilang saat Ever Given dibebaskan dan lalu-lintas mulai kembali bergerak melalui kanal.

Tahun lalu, IMO memperkenalkan peraturan baru yang mewajibkan kapal untuk menggunakan bahan bakar minyak yang lebih bersih. Tujuannya untuk mengurangi emisi sulfur tahunan lebih dari 70 persen. Upaya ini kini harus ditempuh untuk menunjukkan kepatuhan industri. Satelit pun dapat berperan untuk itu.

Akhir dekade ini, pembatasan yang lebih ketat terhadap emisi sulfur kemungkinan besar akan diterapkan di Mediterania itu sendiri. Laut tersebut menampung sejumlah aktivitas kapal terbesar di dunia.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co