News

Keluh Kesah Presiden Ukraina di PBB, Ungkap 'Formula Teror Moskow untuk Musim Dingin'

Keluh Kesah Presiden Ukraina di PBB, Ungkap 'Formula Teror Moskow untuk Musim Dingin'
Petugas pemadam kebakaran dan penyelamat mendatangi gedung yang terkena serangan rudal di Kyiv tengah ( BBC)

AKURAT.CO Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mengungkap 'keluh kesah' bangsanya yang masih belum lepas dari serangan tetangganya, Rusia.

Dalam pidato terbarunya di Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Zelensky pun mengutuk apa yang dilakukan Kremlin di Ukraina, menyebut Rusia melancarkan 'kejahatan kemanusiaan'. Hal ini disampaikan Zelensky terutama usai Rusia menghujani rentetan rudal baru, yang kemudian memicu pemadaman listrik di seluruh Ukraina.

Melalui tautan video, Zelensky menyebut tentang 'formula teror' Rusia, yang katanya membuat jutaan orang terpaksa tinggal tanpa pasokan energi, penghangat, dan air. Padahal, saat ini, Ukraina tengah memasuki musim dingin, dengan suhu berada di bawah nol derajat.

baca juga:

Serangan terbaru Rusia menewaskan sedikitnya tujuh orang, menurut pernyataan Kyiv. Sementara pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) mati.

Saat ini, tiga pembangkit yang masih di bawah kendali Ukraina terputus dari jaringan. Sedangkan pabrik Zaporizhzhia, PLTN terbesar di Eropa, harus kembali mengandalkan generator diesel guna menyalakan sistem pendingin dan peralatan keselamatan utamanya.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga telah menyuarakan keprihatinan besarnya terhadap pabrik Zaporizhzhia yang dikendalikan Rusia, yang mengalami kerusakan akibat pengeboman berulang.

Wilayah tetangga, Moldova, tak luput dari situasi serupa. Meski tidak terkena pengeboman langsung, pada Rabu, Moldova juga mengalami pemadaman listrik besar-besaran.

Keluh Kesah Zelensky di PBB, Ungkap Formula Teror Moskow untuk Musim Dingin - Foto 1
 Pemadaman listrik membuat Lviv di Ukraina barat berada dalam kegelapan-Reuters

Dengan masuknya musim dingin, Moskow makin meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Para pejabat mengatakan serangan rudal Rusia di pembangkit listrik telah menyebabkan kerusakan 'kolosal', membuat otoritas harus mengadakan perbaikan terhadap lebih dari setengah jaringan listrik di Ukraina.

Pada Rabu malam, Zelensky mengatakan situasi di Kyiv masih 'sangat sulit', karenanya upaya akan terus dilakukan sepanjang malam demi memulihkan listrik.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko juga mengungkap susahnya kondisi di ibu kota, dengan 80 persen penduduk harus hidup tanpa listrik atau air ledeng.

Namun, beruntung, beberapa kota lain yang terkena rudal Rusia berhasil memulihkan listrik, termasuk Lviv, Odesa dan Cherkasy, kata Zelensky, mendesak PBB untuk berbuat lebih banyak untuk membantu Ukraina.

'Pengecut dan tidak manusiawi'

Menurut Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menggunakan 'musim dingin sebagai senjata' untuk menimbulkan penderitaan yang luar biasa. 

"Setelah berjuang di medan perang, Moskow sekarang mengadopsi strategi pengecut dan tidak manusiawi, menghukum pria, wanita, dan anak-anak Ukraina," katanya.

Sementara listrik mati, seorang bayi yang baru lahir harus meregang nyawa karena rudal menghantam unit bersalin di Zaporizhzhia selatan. Layanan darurat setempat mengonfirmasi laporan ini, menurut BBC.

Moskow telah melancarkan setidaknya 67 rudal jelajah, dengan pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 51 di antaranya, kata Jenderal Valeriy Zaluzhniy. Rusia juga kembali mengerahkan drone penyerang, tambah militer Ukraina, dalam sebuah pernyataan.[]