News

Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Tuntut Pertanggungjawaban Kemenkes Dan BPOM

Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Tuntut Pertanggungjawaban Kemenkes Dan BPOM
Keluarga korban gagal ginjal akut misterius melapor ke Komnas HAM (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO Keluarga korban gagal ginjal akut misterius meminta pemerintah bertanggungjawab atas kematian anak-anak mereka.

Pemerintah, BPOM, maupun Kemenkes diminta tidak lari dari tanggungjawab atas kematian anak-anak mereka setelah diserang penyakit misterius yang disebabkan zat kimia beracun dalam sejumlah obat sirup. 

"Kami sebagai keluarga korban, kami minta kepada pemerintah, siapapun yang terkait dengan kasus ini untuk bertanggungjawab kepada kami," kata Iing Syaputra, salah satu orang tua korban wafat kasus gagal ginjal akut asal Jakarta Barat itu di kantor Komnas HAM, Jumat (9/12/2022). 

baca juga:

Dia mengatakan, kasus kematian dan tidak adanya tanggungjawab pemerintah bakal terus terjadi bila kasus tersebut tidak dilaporkan ke Komnas HAM. 

"Karena kasus ini tidak akan selesai dan akan berulang kembali kalau kami tidak melakukan ini," katanya. 

Ia menyebut, anaknya menjadi korban dari racun yang ada dalam obat sirup. Karenanya, sangat wajar bila mereka menuntut pemerintah bertanggung jawab terhadap kasus tersebut. 

"Tolong pemerintah, BPOM, Kemenkes bertanggungjawab memasukan racun kepada anak-anak kami untuk bertanggungjawab. Jangan lepas tanggung jawab anak saya meninggal," katanya. 

Dia mengungkapkan, saat dirawat di salah satu RS di Jakarta hingga kematian anaknya pad September lalu, pihak RS tidak bisa menjelaskan penyakit yang diderita anaknya. 

"Selama perawatan dokter yang merawat anak saya itu tidak tau apa penyakitnya. Sedangkan kasus ini dari Januari. Sampai September anak saya meninggal, tidak diketahui," ungkapnya. []