News

Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Laporkan BPOM

Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Laporkan BPOM
Keluarga korban gagal ginjal akut misterius melaporkan pemerintah ke Komnas HAM (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO Orang tua korban kasus gagal ginjal akut misterius melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah. Keluarga korban itu menilai, peristiwa gagal ginjal akut misterius itu terjadi karena obat beracun yang beredar luas di masyarakat.

Ada empat orang perwakilan keluarga korban yang datang mengadu ke Komnasham itu. 

Tim advokasi dan keluarga korban sempat melakukan pertemuan tertutup dengan komisioner Komnas HAM. Mereka menginginkan agar Komnas HAM memanggil pihak-pihak terkait yang telah menimbulkan kematian bagi anak-anak tersebut. 

baca juga:

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga diminta bertanggungjawab atas kematian anak-anak mereka akibat keracunan obat sirup mengandung zat kimia mematikan itu. Kini, laporan orang tua itu didampingi Tim Advokasi untuk Kemanusiaan. 

"Hari ini kami tim advokasi untuk kemanusiaan bersama korban karena kami menganggap ada tanggungjawab negara yang harus diselidiki Komnas HAM karena ada pengabaian dan pembiaran karena terkait masuknya zat beracun kedalam obat," ujar salah satu anggota tim advokasi untuk kemanusiaan, Al-Araf di Kantor Komnas HAM, Jumat (9/12/2022). 

Dia mengatakan, laporan ke Komnas HAM itu telah diterima. Mereka berharap, Komnas HAM segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang meraka laporkan itu. Sebab, mereka merasa, peredaran obat sirup mengandung zat beracun itu. 

"Akibat dari pembiaran itu, 199 anak meninggal dunia dan 125 anak lainnya harus menderita gangguan ginjal serta gangguan kesehatan lanjutan pasca itu," ungkapnya. 

Dia menambahkan, dalam konteks HAM, jaminan hak atas kesehatan telah diakui dalam berbagai instrumen hak asasi manusia baik nasional maupun internasional. []