News

Kelompok Bersenjata Serang Pemakaman Komandan Hizbullah di Lebanon, 2 Pelayat Tewas

Militer Lebanon juga memperingatkan bahwa pasukannya akan menembak siapa pun yang membawa senjata di jalanan Khaldeh.


Kelompok Bersenjata Serang Pemakaman Komandan Hizbullah di Lebanon, 2 Pelayat Tewas
Pasukan militer Lebanon dikerahkan untuk meredam ketegangan sektarian di kota Khaldeh. ()

AKURAT.CO, Kelompok bersenjata tak dikenal di kota Khaldeh, Lebanon, membunuh sedikitnya 2 orang di upacara pemakaman seorang komandan Hizbullah. Komandan tersebut tewas sehari sebelumnya.

Dilansir dari AFP, 2 pelayat itu dipastikan tewas dalam penyergapan terencana. Hizbullah pun meminta pasukan keamanan untuk memulihkan keamanan di kota pantai tersebut dan mengejar pelakunya.

Sementara itu, menurut media lokal, setidaknya 4 orang tewas dalam bentrokan berikutnya. Jaringan televisi lokal menunjukkan rekaman para pemuda bersenjata mengamuk di daerah itu.

Menurut pernyataan militer Lebanon, pasukan telah dikerahkan di Khaldeh untuk membendung ketegangan setelah rentetan tembakan, termasuk dari granat berpeluncur roket, meneror penduduk dan menyebabkan lalu-lintas macet. Namun, kelompok bersenjata itu masih buron.

Dalam pernyataan itu, militer Lebanon juga memperingatkan bahwa pasukannya akan menembak siapa pun yang membawa senjata di jalanan Khaldeh.

Menurut laporan media Lebanon, insiden ini berakar dari dendam pribadi. Seorang pria dari salah satu suku Arab Sunni di Khaldeh melepaskan tembakan saat pesta pernikahan di sebuah klub pada Sabtu (31/7). Tembakan itu menewaskan Ali Chebli, seorang pejuang Hizbullah.

Pembunuh Chebli lantas ditangkap, tetapi keluarganya berdalih serangan itu merupakan balas dendam. Mereka menuduh Chebli membunuh kerabat yang berusia 15 tahun dalam penembakan setahun sebelumnya. Menurut keluarga pelaku yang berasal dari suku Arab Sunni, otoritas tak pernah menyeret Chebli ke pengadilan lantaran ia dilindungi kelompk Hizbullah yang kuat.

Seorang pejabat Hizbullah pun membocorkan bahwa kelompok bersenjata menyergap prosesi pemakaman Chebli di rumah keluarganya, menembaki para pelayat, membunuh saudara iparnya dan seorang teman, serta melukai yang lainnya. Tentara lantas dikerahkan untuk meredam ketegangan dan membebaskan keluarga yang berlindung di rumah dengan mayat.

Perdana Menteri Najib Mikati juga meminta panglima tentara untuk meningkatkan kesiagaannya di kota tersebut. Sementara itu, Presiden Michel Aoun mengatakan telah menjaga situasi agar tidak terjadi insiden keamanan yang dapat mengobarkan ketegangan sektarian.

Konflik sektarian di daerah itu dipicu tahun lalu setelah perselisihan spanduk agama Syiah yang dikibarkan di daerah suku Arab Sunni. Sekelompok suku Arab Sunni di Lebanon juga merilis pernyataan bahwa mereka tak ingin diseret ke dalam konfrontasi bersenjata. Namun, mereka juga menyalahkan Hizbullah atas kekerasan dan menuduhnya memicu ketegangan sektarian.[]