News

Kelompok Bersenjata Serang hingga Bakar Pemukiman di Burkina Faso, 30 Warga Tewas

Kelompok bersenjata tiba-tiba mengepung pemukiman Desa Kodyel di Provinsi Komandjari yang dekat dengan perbatasan Niger.


Kelompok Bersenjata Serang hingga Bakar Pemukiman di Burkina Faso, 30 Warga Tewas
Tentara Burkina Faso yang kekurangan perlengkapan telah berjuang untuk menahan penyebaran kekerasan yang terkait dengan Al-Qaeda dan ISIL. (Michele Cattani / AFP)

AKURAT.CO, Sedikitnya 30 orang tewas setelah kelompok pemberontak bersenjata menyerang hingga membakari rumah-rumah penduduk di Burkina Faso timur.

Seperti diwartakan Al Jazeera, insiden nahas itu terjadi pada Senin (3/4) waktu setempat. Saat itu, kelompok bersenjata tiba-tiba mengepung pemukiman Desa Kodyel di Provinsi Komandjari yang dekat dengan perbatasan Niger.

Pada saat menyerang itulah, kelompok tersebut menyulut api di rumah-rumah warga desa. Setelahnya, warga yang mencoba melarikan diri ditembaki sampai mati. 

Serangan di Desa Kodyel ini dikonfirmasi langsung oleh seorang pejabat pemerintah Labidi Ouoba. Melalui sambungan telepon dengan kantor berita The Associated Press, Ouoba juga mengaku menjadi korban dan telah melarikan diri dari serangan itu.

"Para prajurit pemberontak itu mengepung desa, membakari rumah-rumah dan membunuh warga.

"Saya lari lebih awal karena teroris biasanya mencari otoritas. Kami semua berdoa semoga perdamaian kembali di negara kami. Kami lelah," kata Ouoba.

Kesaksian serupa juga dituturkan oleh penduduk lain bernama Mediempo Tandamba. Seperti Ouoba, Tandamba juga mengaku kabur dari serangan brutal tersebut. 

Tandamba lalu mengungkap bahwa penyerangan itu dilakukan oleh sekitar 100 orang. Disebutkan pula bagaimana saat insiden terjadi, ratusan orang itu menerobos kota dengan menggunakan sepeda motor hingga truk pick-up.

Tandamba mengatakan empat anak saudaranya ikut tewas dalam penyerangan itu.

"Sekarang, kami sangat takut," kata Tandamba.

Hingga kini, belum ada satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Namun, menurut analis Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED), serangan itu didasari karena warga telah berpartisipasi dalam menyediakan pejuang untuk program milisi sukarelawan.

"Pemberontak-pemberontak itu membunuh warga sipil pada hari Senin karena desa menyumbang pejuang untuk program sukarelawan," kata analis ACLED, Heni Nsaibia. 

Serangan itu terjadi tepat satu minggu setelah dua jurnalis Spanyol dan seorang konservasionis Irlandia tewas serta seorang tentara Burkinabe hilang ketika patroli anti-perburuan mereka disergap oleh pemberontak di wilayah yang sama. Pada hari yang sama minggu lalu, 18 orang tewas di Desa Yattakou di wilayah Sahel di negara itu.

Sudah bertahun-tahun Burkina Faso direpotkan dengan para gerilyawan yang terkait dengan kelompok Al-Qaeda maupun ISIL (ISIS). Ribuan orang juga telah tewas, dan lebih dari satu juta orang mengungsi karena aksi kekerasan dari kelompok ekstremis tersebut.

Namun, dalam menahan penyebaran aksi kekerasan itu, tentara Burkina Faso justru dihadapkan pada kekurangan perlengkapan persenjataan. Tahun lalu, pemerintah juga sampai meminta bantuan dari para milisi sukarelawan untuk membantu tentara. Tetapi, mereka mendapat pembalasan dari para pemberontak serta komunitas yang mereka bantu.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu