Lifestyle

Kelestarian Alam Himalaya Terancam Karena Meningkatnya Jumlah Wisatawan

Pegunungan Himalaya sebagai destinasi wisata favorit wisatawan, menjadi bumerang bagi kelestarian alam di sekitar pegunungan


Kelestarian Alam Himalaya Terancam Karena Meningkatnya Jumlah Wisatawan
Pegunungan Himalaya di wilayah India (Instagram @nikita_willy)

AKURAT.CO  Kawasan Pegunungan Himalaya jadi salah satu destinasi wisata favorit, terutama untuk mendaki bahkan menjadi tantangan tersendiri bagi pendaki.

Sayangnya, status Pegunungan Himalaya sebagai destinasi wisata favorit, menjadi bumerang bagi kelestarian alam di sekitar pegunungan.

Dilansir dari laman Travel and Tour World, baru-baru ini sebuah laporan ilmiah menyoroti dampak lingkungan mengerikan, akibat tingginya kunjungan wisatawan ke Himalaya, yang disebabkan aktivitas pariwisata di Himalaya tak terkendali.

baca juga:

Laporan ini dibuat oleh Govind Ballabh Pant National Institute of Himalayan Environment. Laporan juga telah disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Hutan, dan Perubahan Iklim India.

Laporan dengan format penilitian ini, dilakukan sehubungan dengan adanya berita yang menyebutkan bahwa pariwisata yang masif telah membantu meningkatkan perekonomian penduduk di kawasan Himalaya. 

Namun di sisi lain, kelestarian lingkungan justru menjadi terancam.

Salah satunya terjadi di Kota Ladakh, India. Ladakh dikenal sebagai salah satu kota di kawasan Pegunungan Himalaya yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Ladakh juga dikenal sebagai wilayah yang mengalami kekurangan air. Pasokan air di Ladakh bergantung pada pencairan gletser Himalaya dan aliran Sungai Indus.

Sayangnya, tingkat pariwisata yang tinggi membuat kawasan tersebut semakin kekurangan air. 

Laporan tersebut menyebutkann bahwa, air yang tersedia justru habis dikonsumsi oleh para pelancong.

Rata-rata konsumsi air per individu penduduk Ladakh adalah 75 liter per hari. Sementara turis di Ladakh, bisa mengonsumsi sekitar 100 liter per hari.

Kondisi ini jelas menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebab, banyaknya turis mengancam stok persediaan air untuk penduduk setempat.

Selain masalah pasokan air di Ladakh, laporan juga menyoroti soal kebutuhan patroli dan pengawasan lebih tinggi di sejumlah daerah seperti Taman Nasional Hemis, Cagar Alam Changthang, dan Cagar Alam Karakoram.

Peningkatan pengawasan dibutuhkan untuk mengurangi interaksi yang tidak perlu antara pelancong dengan satwa liar. Ditambah juga, perusakan habitat akibat kebiasaan para pelancong mengemudi di luar jalur seharusnya.

Tak cuma itu, jumlah hotel juga meningkat dari tahun ke tahun dan membuat sejumlah area hijau menghilang dari kawasan tersebut.

Misalnya, pembangunan di negara bagian India, Himmachal Pradesh juga meningkat dari 4,7 persen menjadi 15,7 persen selama rentang waktu 1989-2012.

Pada saat yang sama, jumlah wisatawan di wilayah tersebut  ikut membengkak, menjadi 2,8 juta dari 140 ribu sepanjang 1980-2011.