News

Kelabui Pemprov DKI, Ratusan Kios di ITC Roxy Mas Langgar Kebijakan PSBB


Kelabui Pemprov DKI, Ratusan Kios di ITC Roxy Mas Langgar Kebijakan PSBB
Petugas Satpol PP Jakarta Pusat menegur pemilik toko yang masih buka (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Ratusan kios elektronik di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat masih tetap beroperasi di hari ke-6 penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (15/04/20) siang.

Hebatnya, para pedagang dan pengelola kawasan niaga ini terkesan hendak mengelabui Pemprov DKI. Pasalnya saat dilakukan sidak suasana ITC Roxy Mas lantai satu terlihat sepi tidak ada aktivitas. 

Namun setelah naik ke lantai tiga, terlihat keramaian transaksi jual beli dari toko yang mayoritas menjual handphone dan aksesorisnya. Bahkan sentra kuliner juga terlihat beraktivitas normal melayani pelanggan yang hendak makan siang. 

Akibat pelanggaran tersebut, petugas gabungan Satpol PP Jakarta Pusat dan Sudin Nakertrans terpaksa mengambil langkah tegas, yakni menyegel sementara gedung ITC Roxy Mas sesuai Pergub Nomor 33 Tahun 2020.

Kepala Seksi PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Pusat, Gatra Pratama Putra mengatakan, pihaknya hari ini melakukan patroli PSBB gabungan di ITC Roxy Mas, Gambir, ITC Cempaka Mas, Cempaka Putih dan Pusat Pertokoan Jalan Lautze, Pasar Baru.

Petugas dibagi menjadi 2 tim patroli PSBB. Dari hasil penyisiran di ITC Roxy Mas, Gambir, petugas menemukan aktivitas seluruh toko-toko elektronik di lantai 3 sampai lantai 5 masih beroperasi normal.

"Di ITC Roxy Mas ada pelanggaran, masih banyak orang berkumpul tidak mengikuti aturan Pemerintah. Banyak kios yang buka dan ditemukan banyak pekerja masih mempacking barang dengan dalih pesanan online. Masih ada ratusan toko hp dan komputer di lantai 3 sampai lantai 5 didapati seluruhnya masih buka. Lantai 1 sampai 2 juga hanya sedikit toko yang tutup," ujarnya di lokasi.

Gatra mengatakan, jika dilihat dari hasil sidak memang terkesan pengelola kawasan ini yakni Sinarmas Land hendak mengelabui aparat. 

"Mereka tutup lobi utama tapi masih buka pertokoan. Kalau tiap 1 toko terdapat 4 karyawan, maka ada berapa orang di gedung itu. Pengelola Roxy Mas juga tidak bisa membedakan mana pemilik dan pembeli. Masih ada transaksi jual beli juga disana," beber Gatra. 

Gatra menegaskan, dengan masih beroperasinya toko maka berkaitan dengan pengumpulan orang banyak. Terlihat masih banyak karyawan yang bekerja, mereka belum menerapkan pembagian shift pekerja atau menerapkan WFH.

"Ada dua pelanggaran disini. Pertama tentang orang berkumpul lebih dari 5 orang atau tidak ada social distancing dan kedua terkait pengendalian ketenagakerjaan. Kita ambil langkah tegas dengan menempelkan stiker segel kaitan ketenagakerjaan di gedung ITC Roxy Mas ini. Aktivitas karyawan harus dihentikan," tegasnya.

Gatra menegaskan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim Satpol PP Provinsi DKI terkait pelanggaran.

"Saat ini kita hanya berikan imbauan. Nanti bidang pengendalian dan pengawasan tempat usaha Satpol PP Provinsi yang merekomendasikan untuk mencabut izin usaha jika masih melanggar PSBB," terangnya.

Terpisah, Kasudin Nakertrans dan Energi Jakarta Pusat, Fidiyah Rokhim mengatakan hari ini pihaknya terus memonitor 21 perusahaan yang masih beroperasi di wilayah Jakarta Pusat. Apabila dalam monitoring ini ditemukan perusahaan yang melanggar aturan, maka pihaknya akan langsung mencabut izin perusahaan tersebut.

"Kalau dalam monitoring ini ada perusahaan yang melanggar, kita beri peringatan terlebih dahulu. Tapi kalau masih bandel juga, ijinnya langsung kita cabut," tukasnya.[]