News

Kekerasan Seksual di Ponpes, Bamsoet Usul Perketat Aturan

Setiap orang tua diimbau lebih selektif dalam memilih pondok pesantren

Kekerasan Seksual di Ponpes, Bamsoet Usul Perketat Aturan
Ketua MPR Bambang Soesatyo memberikan pidato saat melakukan pertemuan dengan duta besar negara sahabat di ruang Delegasi, Nusantara IV, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren (ponpes) menjadi pembicaraan sekaligus menuai keprihatinan khususnya para orang tua.

Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet meminta agar pimpinan ponpes dapat memperhatikan aturan-aturan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban pendidik.

"Tanggungjawab kepada publik. Di samping melakukan penguatan tata kelola kepesantrenan untuk mengoptimalkan khidmat dan layanan pendidikan serta pengasuhan," tegas Bamsoet dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (14/7/2022).

baca juga:

Bamsoet menilai, perlu juga komitmen pimpinan pesantren, dan semua tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas akhlak dan moral, sehingga mampu menciptakan mekanisme pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

"Mengingat, tindakan yang sifatnya preventif perlu dilakukan guna mencegah berulangnya kasus serupa," tuturnya.

Selain itu Bamsoet mengimbau kepada setiap orang tua agar lebih selektif dalam memilih pondok pesantren.

"Minimal, orang tua mengetahui kondisi faktual pesantren, aktivitas keseharian, hingga kurikulum dan metode yang dipakai untuk pengajaran," terangnya.

"Membantu mengawasi perkembangan yang terjadi di pesantren, dengan menjaga komunikasi yang baik antar siswa, dan antara guru dengan siswa, termasuk orang tua," sambungnya.[]