News

Pemilu Meksiko Penuh Kekerasan, Dukungan Rakyat untuk Presiden Andres Manuel Menyusut

Meski tetap memegang mayoritas, partai Morena dan sekutunya gagal memenangkan dua pertiga kursi majelis rendah


Pemilu Meksiko Penuh Kekerasan, Dukungan Rakyat untuk Presiden Andres Manuel Menyusut
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (AFP)

AKURAT.CO, Dukungan para pemilih Meksiko terhadap Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menyusut dalam Pemilu paruh waktu pada Minggu (6/6). Meski begitu, partai Morena-nya tetap mempertahankan mayoritasnya di majelis rendah Kongres berkat dukungan dari sekutu kontroversialnya.

Dilansir dari The Guardian, Morena dan sekutunya gagal memenangkan dua pertiga kursi majelis rendah. Akibatnya, ia terhalang untuk membalikkan reformasi pembukaan sektor energi untuk investasi swasta dan merombak lembaga Pemilu negara. Pria yang akrab dijuluki Amlo itu telah mencerca instansi tersebut sebagai birokrasi yang bias dan bobrok.

Sebagai seorang tokoh populer, populis, dan polarisasi, Amlo masih menikmati popularitas sekitar 60 persen. Namun, jajak pendapat menunjukkan penilaian buruk terhadap penanganannya pada ekonomi, keamanan, dan pandemi. COVID-19 di Meksiko telah merenggut lebih dari 228 ribu nyawa karena Amlo mengambil pendekatan yang lesu dan memberlakukan langkah-langkah penghematan.

Amlo juga dikritik karena gagal mengendalikan kekerasan. Menurut laporan oleh konsultan manajemen risiko Etellekt, 96 politisi telah dibunuh sejak kampanye Pemilu dimulai pada September tahun lalu. Sebanyak 35 di antaranya merupakan kandidat yang mencalonkan diri. Mayat juga ditemukan di setidaknya 2 bilik suara di negara bagian Baja California. Sementara itu, di negara bagian Sinaloa, beberapa pos pemungutan suara terpaksa ditutup lebih awal setelah menghadapi ancaman dari kelompok bersenjata.

Pemilu Meksiko Penuh Kekerasan, Dukungan Rakyat pada Presiden Andres Manuel Menyusut - Foto 1
REUTERS

"Amlo memecah belah negara dan menimbulkan kebencian di antara warga Meksiko," kritik Alejandro Espino, seorang mahasiswa yang mengaku sangat kecewa terhadapnya atas penghinaan pada feminis yang memprotes momok pembunuhan wanita.

"Ia memimpin pemerintahan yang sangat plin-plan," tambah Pilar Hurtado yang memilih di lingkungan elite Kota Meksiko.

Meski menuduh Amlo menentang kelas menengah, Hurtado tetap memilih Morena.

"Semua pihak lain adalah sampah," dalihnya.

Morena dan Partai Buruh diprediksi memenangkan 260-292 kursi majelis rendah dari 500 kursi. Partai berhaluan kiri ini butuh 40 kursi lagi untuk memegang mayoritas. Hasil akhir Pemilu diharapkan dapat diketahui pada pekan depan.

Banyak yang memandang Pemilu ini sebagai referendum terhadap Amlo. Ia terpilih pada 2018 berkat strategi 'pelukan, bukan peluru'. Dalam kampanyenya, ia berjanji mengatasi kekerasan dan korupsi yang mencengkeram Meksiko selama beberapa dekade.

Dengan gaya populis, ia menjual pesawat kepresidenan Meksiko dan kini terbang dengan pesawat komersial. Amlo juga berjanji emngatasi ketimpangan ekonomi dan korupsi untuk mempertahankan popularitasnya di kalangan menengah dan bawah. Konferensi pers hariannya pun dijadikannya ajang untuk menegaskan pandangan dan panggung politiknya, alih-alih menjawab pertanyaan kebijakan dari wartawan.

Di sisi lain, Partai Hijau memiliki catatan promiskuitas politik. Oposisi ini juga berulang kali dituduh korupsi dan tenar karena melanggar aturan Pemilu dan menyerukan dijatuhkannya hukuman mati. Tak heran, Morena tetap tampil kuat di tingkat negara bagian dan memimpin 10 dari 15 pemilihan gubernut pada Minggu (8/6).[]