Ekonomi

Kekayaan hingga Rp234 Triliun! 5 Fakta Menarik Lee-Kun-hee, Pemimpin Samsung Group

Lee-Kun-hee, pemimpin Samsung Group, meninggal dunia


Kekayaan hingga Rp234 Triliun! 5 Fakta Menarik Lee-Kun-hee, Pemimpin Samsung Group
Fakta penting Lee Kun-hee, pemimpin Samsung Group (scmp.com)

AKURAT.CO, Lee Kun-hee, pemimpin tertinggi dari Samsung Group meninggal dunia pada Minggu (25/10) kemarin di usia 78 tahun. Pria Korea Selatan ini berhasil membawa Samsung menjadi salah satu perusahaan paling populer di dunia.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting tentang Lee Kun-hee.

1. Berawal dari pegawai perusahaan media

Kekayaan hingga Rp234 Triliun 5 Fakta Menarik Lee-Kun-hee, Pemimpin Samsung Group - Foto 1
wikipedia.org

Pria kelahiran 9 Januari 1942 ini mengawali kariernya sebagai pegawai di salah satu anak perusahaan Samsung Group, Tongyang Broadcasting Company yang kini telah dimerger menjadi KBS. Beberapa tahun setelahnya, Lee baru bergabung dengan anak perusahaan Samsung yang bergerak di bidang konstruksi.

2. Pimpin Samsung 2 minggu setelah kematian ayahnya

Kekayaan hingga Rp234 Triliun 5 Fakta Menarik Lee-Kun-hee, Pemimpin Samsung Group - Foto 2
abc27.net

Samsung Group didirikan oleh ayah Lee Kun-hee, Lee Byung Chul, pada tahun 1938. Kepemimpinan Samsung diambil alih oleh Lee Kun-hee dua minggu setelah ayahnya meninggal dunia pada 19 November 1987. Dikenal dengan deklarasi ‘Frankfurt’, pria kelahiran Daegu, Korea Selatan, ini melakukan perombakan besar-besaran demi membawa Samsung menuju persaingan pasar global. Kini, Samsung menghasilkan sekitar 20 persen pendapatan negara Korea Selatan.

3. Terlibat sejumlah skandal

Kekayaan hingga Rp234 Triliun 5 Fakta Menarik Lee-Kun-hee, Pemimpin Samsung Group - Foto 3
wikipedia.org

Beberapa tahun setelah menjabat pimpinan Samsung, Lee Kun-hee dinyatakan bersalah atas kasus suap kepada mantan presiden Chun Doo-Hwan dan Roh Taw-woo. Namun, kasus tersebut dimaafkan oleh Presiden Kim Young-sam pada tahun 1997. Pada tahun 2007, Lee lagi-lagi bersalah karena menghindari pajak dan mendapat sejumlah dana. Bahkan, ia juga dijatuhi hukuman hingga 8 tahun. Namun, lagi-lagi ia mendapat pengampunan.

4. Mengundurkan diri tetapi tidak jadi

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu