Ekonomi

Kekayaan Elon Musk, Jeff Bezos Cs Lebih Melimpah daripada 3,1 Miliar Orang Miskin

Pandemi Covid-19 nampaknya tak memberikan efek berarti bagi para miliarder


Kekayaan Elon Musk, Jeff Bezos Cs Lebih Melimpah daripada 3,1 Miliar Orang Miskin
Dalam file foto tanggal 9 Maret 2020 ini, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk sedang berbicara di SATELLITE Conference and Exhibition di Washington (AP Photo/Susan Walsh)

AKURAT.CO Pandemi Covid-19 nampaknya tak memberikan efek berarti bagi para miliarder. Kabarnya kekayaan para miliarder justru makin subur sejak datang pandemi.

Kok bisa? tak dapat dipungkiri para miliarder yang kebanyakan bermain pada bisnis ranah teknologi memang justru makin moncer di tengah pandemi Covid-19 yang memang memaksa setiap insan untuk memasuki era digitalisasi. Seiring dengan upaya penekanan kasus penyebaran Covid-19.

Pasalnya pandemi telah meningkatkan kekayaan miliarder pada tingkat rekor dalam 14 tahun terakhir. Sebanyak sepuluh orang terkaya sekarang memiliki kekayaan enam kali lebih banyak daripada 3,1 miliar orang termiskin, kata Oxfam, lembaga yang mengusut fakta-fakta ini.

baca juga:

Setidaknya 21.000 orang meninggal setiap hari akibat ketidaksetaraan, menurut laporan Oxfam's Inequality Kills.

“Para miliarder telah mengalami pandemi yang hebat. Bank-bank sentral memompa triliunan dolar ke pasar keuangan untuk menyelamatkan ekonomi, namun sebagian besar dari itu berakhir di kantong para miliarder yang menunggangi ledakan pasar saham," ujar direktur eksekutif Oxfam International, Gabriela Bucher sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance di Jakarta, Selasa (18/1/22).

Orang terkaya di dunia, CEO dan pendiri Tesla Elon Musk, menurut angka Forbes yang dikutip oleh badan amal tersebut saat ini bernilai US$268,1 miliar (Rp3.842 triliun).

Pendiri Amazon Jeff Bezos berada di nomor dua dalam daftar dengan kekayaan US$188 miliar (Rp2.694 triliun). Amazon diuntungkan dari pandemi dengan pendapatan tumbuh 38 persen menjadi US$386 miliar (Rp5.532 triliun) pada tahun 2020 karena orang-orang tinggal di rumah dan beralih ke belanja online karena penguncian dan pembatasan jarak sosial.

Bernard Arnault, ketua dan CEO LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton dan keluarga adalah orang terkaya ketiga diikuti oleh salah satu pendiri Microsoft (MSFT) Bill Gates dan ketua, kepala petugas teknologi dan salah satu pendiri raksasa perangkat lunak Oracle Larry Ellison.

Co-founder perusahaan induk Google Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, masing-masing berada di urutan keenam dan ketujuh, diikuti oleh salah satu pendiri Facebook Mark Zuckerberg.

Mantan CEO Microsoft dan pemilik tim bola basket Los Angeles Clippers Steve Ballmer dan investor Warren Buffet melengkapi 10 besar.

“Jika sepuluh orang ini kehilangan 99,999 persen kekayaan mereka besok, mereka masih akan lebih kaya dari 99 persen dari semua orang di planet ini,” kata Bucher.

Di ujung lain skala, pandemi telah memaksa 160 juta lebih banyak orang hidup dengan kurang dari USD5,50 per hari, menurut Oxfam. Bank Dunia menggunakan USD5,50 per hari sebagai ukuran kemiskinan di negara-negara berpenghasilan menengah ke atas.

Kesetaraan gender juga telah terhambat oleh Covid-19, dengan 13 juta lebih sedikit wanita yang bekerja sekarang daripada pada tahun 2019 dan lebih dari 20 juta anak perempuan berisiko tidak pernah kembali ke sekolah, menurut Oxfam.

Wanita secara kolektif kehilangan pendapatan US$800 miliar pada tahun 2020, sementara 252 pria terkaya di dunia memiliki lebih banyak kekayaan daripada semua 1 miliar wanita dan anak perempuan di Afrika dan Amerika Latin dan Karibia digabungkan.

Kelompok etnis minoritas paling terpukul oleh Covid-19, termasuk orang Bangladesh di Inggris dan populasi kulit hitam AS, kata Oxfam.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.