News

Kekayaan Capai Rp57 Triliun! Ini 5 Fakta Menarik Boenjamin Setiawan, Pendiri Kalbe Farma

Menjadi salah satu pendiri Kalbe Farma, ia juga sempat masuk dalam daftar Forbes sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. 


Kekayaan Capai Rp57 Triliun! Ini 5 Fakta Menarik Boenjamin Setiawan, Pendiri Kalbe Farma
Boenjamin Setiawan, pendiri Kalbe Farma. (twitter/@Andafco)

AKURAT.CO Tidak hanya dikenal sebagai sosok dokter, Boenjamin Setiawan juga merupakan seorang pengusaha sukses Tanah Air. Ahli farmasi ini merupakan salah satu pendiri dari sebuah perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, Kalbe Farma. Bahkan, ia juga sempat masuk dalam daftar Forbes sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik terkait sosok Boenjamin Setiawan. 

1. Sosok akademisi

Boenjamin menyelesaikan sekolah dasarnya di Tegal, Jawa Tengah. Setelahnya, ia menyelesaikan sekolah tingkat menengah, SMP dan SMA, di Jakarta. Dikenal memiliki kecerdasan yang cemerlang, pria kelahiran 23 September 1933 ini memilih untuk melanjutkan studi sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bahkan, ia melanjutkan studinya hingga tingkat doktoral di Universitas California. 

2. Menjadi dosen hingga bisnis farmasi

Setelah menyelesaikan studinya di Amerika Serikat, dokter yang kerap dipanggil dengan nama dr. Boen ini memilih untuk mengabdi di almamaternya, Universitas Indonesia. Setelah mengajar selama beberapa tahun, pada tahun 1963, Boenjamin mendirikan PT Farmindo bersama beberapa rekannya. Namun, perusahaan tersebut hanya bertahan selama tiga tahun saja karena  kegagalan dalam bidang pemasaran. 

3. Dirikan PT Kalbe Farma

Kegagalan tersebut tidak membuat Boenjamin patah semangat. Setelah menekuni lebih dalam terkait bidang pemasaran, pada tahun 1966, ia memutuskan untuk membangun sebuah pabrik farmasi dengan nama Kalbe Farma. Kali ini, Boenjamin mengajak sejumlah saudaranya untuk bergabung dan seorang dokter farmakologi. Pabrik yang dipakai untuk meracik obat pun merupakan garasi rumah milik keluarga dr. Boen di wilayah Jakarta Utara. 

4. Hampir bangkrut

Produk pertama yang dirilis oleh Kalbe Farma adalah Bioplacenton yang juga memiliki manfaat untuk mengobati luka bakar. Setelah beberapa tahun berjalan, PT Kalbe Farma sempat mengalami masa yang cukup berat. Momen ini terjadi ketika krisis moneter menyerang Indonesia pada tahun 1998 silam. Bahkan, ketika itu, Kalbe sempat hampir bangkrut. Namun, Boenjamin terus berupaya untuk menyelematkan Kalbe Farma dengan berutang kepada pihak luar negeri. 

5. Kekayaan capai Rp57,6 triliun

Kecermelangan Boenjamin sebagai direktur utama mampu membawa Kalbe Farma menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya kemajuan Kalbe Farma, kekayaan pria 88 tahun ini juga terus meningkat. Bahkan, pada tahun 2019 silam, Forbes menobatkan Boenjamin sebagai orang terkaya ke-8 di Indonesia. Kini, dengan kapitalisasi pasar Kalbe Farma yang mencapai Rp60 triliun, Boenjamin memiliki kekayaan mencapai USD 4,1 miliar atau sekitar Rp57,6 triliun. 

Kini, Boenjamin tidak lagi menjabat sebagai pemimpin Kalbe Farma sejak tahun 2008 silam. Namun, ia tetap memiliki saham di perusahaan yang memiliki sejumlah produk farmasi seperti Promag, Wood’s, Komix hingga Prenagen.[]