News

Kekayaan Capai Rp11 M! Ini 5 Fakta Emir Moeis, Eks Napi Koruptor yang Jadi Komisaris BUMN

Ditunjuk jadi komisaris sejak Februari 2021.


Kekayaan Capai Rp11 M! Ini 5 Fakta Emir Moeis, Eks Napi Koruptor yang Jadi Komisaris BUMN
Potret Emir Moeis (Antara Photo)

AKURAT.CO, Kabar ditunjuknya Izedrik Emir Moeis sebagai komisaris salah satu persahaan BUMN, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), kini menjadi perbincangan warganet. Pasalnya, komisaris yang ditunjuk sejak 18 Februari 2021 ini merupakan seorang mantan narapidana kasus korupsi. Alhasil, penunjukan ini pun menuai sejumlah kontroversi. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait Emir Moeis. 

1. Dosen hingga direktur utama

Setelah lulus Sarjana Tenik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1975 silam, Emir Moeis memulai kariernya sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pria yang lahir pada tanggal 27 Agustus 1950 ini juga akhirnya mendapatkan gelar magister di pasca sarjana MIPA Universitas Indonesia. Bahkan di saat yang sama, ia juga didapuk menjadi Manager Bisnis di PT Tirta Menggala. 

baca juga:

2. Bergabung ke PDIP

Pria berusia 71 tahun ini juga sempat menjabat sebagai direktur utama di beberapa perusahaan swasta dalam kurun waktu tahun 1980 hingga 2000. Hingga akhirnya, Emir memilih untuk terjun ke dunia politik bersama PDIP. Bahkan, sepanjang tahun 2000 hingga 2013 silam, ia adalah salah satu anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. 

3. Harta kekayaan capai Rp11,4 miliar

Ketika masih menjadi pejabat pemerintah, Emir sempat melaporkan harta kekayaannya yang pada tahun 2010 mencapai Rp11,41 miliar. Ketika itu, anak dari mantan Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Inche Abdoel Moeis, ini memiliki empat bidang tanah senilai Rp6,09 miliar ditambah satu mobil senilai Rp480 juta.

Sedagkan aset lainnya berupa batu mulia dan barang-barang seni senilai Rp800 juta, surat berharga bernilai Rp240 juta, kas dan setara khas senilai Rp2,25 miliar dan USD 155 ribu. Saat ini, kekayaannya bisa saja jauh lebih besar dari laporan pada tahun 2010 tersebut. 

4. Terdakwa korupsi lebih dari Rp5 miliar

Pada tahun 2012 silam, Emir Moeis sempat terjerat kasus korupsi. Ia terbukti menerima uang haram dari konsorsium Alstom Power Incorporate Amerika Serikat dan Marubeni Incorporate Jepang senilai USD 357 ribu atau sekitar Rp5,16 miliar demi bisa memenangkan proyek pembangunan enam bagian Pembangkit Listrik Tenaga Uap seribu megawatt di Tarahan, Lampung. Atas kasus tersebut, Emir dihukum 3 tahun penjara dan denda Rp150 juta oleh Pengadilan Tipikor pada tahun 2014. 

5. Ditunjuk jadi komisaris perusahaan BUMN

Pada 18 Februari 2021, Emir Moeis resmi menyandang predikat baru sebagai Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Informasi ini didapat dari laman resmi perusahaan BUMN tersebut. Temuan ini pun kini menjadi sorotan banyak pihak.

Bahkan, BUMN didesak oleh berbagai pihak untuk segera memberikan informasi dan penjelasan terkait penunjukan mantan koruptor tersebut sebagai komisaris salah satu BUMN. 

Hingga kini, sejumlah pihak yang didesak, mulai dari pihak PT PIM dan BUMN, belum ada yang memberikan respons terkait penunjukan Emir Moeis tersebut. []