Olahraga

Kejuaraan Dunia jadi Panggung Balas Dendam Momota

Tahun lalu, di tempat yang sama, Momota gagal memenuhi ekspektasi publik saat tampil mewakil Jepang di Olimpiade Tokyo 2020.

Kejuaraan Dunia jadi Panggung Balas Dendam Momota
Tunggal putra Jepang Kento Momota dalam pertandingan final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 melawan Anders Antonsen, di St. Jakobshalle Basel, Basel, Swiss. (REUTERS)

AKURAT.CO, Tunggal putra terbaik Jepang, Kento Momota akan menjadikan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022 sebagai panggung penebus kegagalannya di Olimpiade Tokyo 2020 lalu.

Berstatus pemain unggulan di turnamen yang berlangsung pada 22-28 Agustus mendatang, tunggal putra peringkat dua dunia itu berambisi merebut gelar juara dunia tahun ini. Momota bahkan sangat termotivasi lantaran tampil di kandang sendiri.

Tahun lalu, di tempat yang sama, Momota gagal memenuhi ekspektasi publik saat tampil mewakil Jepang di Olimpiade Tokyo 2020. Momota yang baru comeback usai pulih dari cedera tersingkir di babak penyisihan grup dari Heo Kwang-hee.

baca juga:

"Saya ingin menebus kekecewaan Olimpiade Tokyo. Saya tidak punya apa-apa selain kenangan yang disesalkan," kata Momota dalam konfrensi pers baru-baru ini seperti dilansir NST.

"Saya tidak punya siapa-siapa selain diri sendiri yang harus disalahkan, itu semua karena ketidakmampuan saya. Dengan Kejuaraan Dunia yang diadakan di Tokyo kali ini, saya mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki keadaan."

Momota akan Dihadang Lee Zii Jia dan Lakshya Sen

Meski demikian, langkah Momota untuk mewujudkan mimpinya itu tidaklah mudah. Dia memiliki jalur berbahaya dalam drawing Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022.

Hasil undian yang dirilis hari Rabu (10/08) kemarin, menempatkan Momota di jalur bawah bersama beberapa pemain kelas kakap yang sedang dalam performa terbaik.

Misalnya, juara Asia Lee Zii Jia dari Malaysia, peraih medali emas Commonwealth Games Lakshya Sen, juara dunia tahun lalu Loh Kean Yew, serta tunggal peringkat tiga dunia Anders Antonsen.

Momota berpotensi jumpa dengan Lakshya Sen pada babak ketiga. Sementara Lee Zii Jia berpotensi jadi lawan Momota di babak perempat final.

Momota telah mengalahkan Zii Jia delapan kali dari 12 pertemuan mereka. Namun, dia gagal mengatasi Zii Jia dalam dua pertemuan terakhir mereka tahun ini, yakni final All England dan Piala Thomas.

Menurut Momota, Lakshya Sen dan Lee Zii Jia dikenal punya permainan yang eksplosif. Momota sendiri mengaku kesulitan tiap kali jumpa dengan pemain agresif.

"Jumlah pemain menyerang semakin meningkat, jadi saya harus benar-benar memperkuat permainan bertahan saya," ungkap Momota.

"Dalam latihan, saya telah mencari cara untuk mendapatkan pukulan smash dari lawan yang agresif. Akan menyenangkan melihat beberapa hasil dari latihan di Kejuaraan Dunia."

Momota sendiri sudah empat kali mengikuti Kejuaraan Dunia Bulutangkis dalam kariernya sejauh ini. Dia dua kali menjadi juara pada 2018 dan 2019, serta sekali meraih perunggu (2015).[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com