Olahraga

Kejuaraan Dunia: Besok Berangkat ke Tokyo, Ganda Putra Siap Tempur

Sektor ganda putra Indonesia mengirim empat wakil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022.

Kejuaraan Dunia: Besok Berangkat ke Tokyo, Ganda Putra Siap Tempur
Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dalam salah satu sesi latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (15/8). ()

AKURAT.CO, Kontingen Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 menjalani latihan terakhir pada Hari Kemerdekaan, Jumat 17 Agustus, sebelum berangkat ke turnamen yang akan digelar di Tokyo, Jepang, pekan depan. Para Pebulutangkis nasional dijadwalkan terbang ke Tokyo besok, Kamis (18/8).

Hal tersebut disampaikan Asisten Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, di Jakarta, hari ini. Ia mengatakan pasukannya berada dalam kondisi siap memburu gelar.

"Hari ini pagi kita sudah latihan terakhir sebelum besok berangkat. Semua sudah siap baik fisik, teknik maupun mental. Kondisi anak-anak pun semua dalam kondisi baik,” ujar Aryono sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

baca juga:

“Untuk persiapan menghadapi lawan, biasanya kita akan evaluasi dan review nanti di sana pertandingannya."

Khusus ganda putra, Indonesia harus menerima kenyataan bahwa tiga pasangan terbaik mereka berada di bagan undian atas. Itu berarti mereka harus bertarung satu sama lain untuk setidaknya satu tiket ke final.

Mereka yang berada di bagan atas adalah duet ranking satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di ranking tiga dunia, serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang saat ini berada di posisi kelima.

Adapun satu pasangan lain adalah Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang berada di bagan bawah. Bagas/Fikri diharapkan bisa bangkit selepas mereka menciptakan kejutan dengan menjadi juara All England, Maret silam.

"Kalau lihat undian tiga pasangan kita ada di bagan atas, satu di bawah. Ada menguntungkannya, ada tidak menguntungkannya. Menguntungkannya, bila bertemu, kita sudah pasti ada wakil di babak-babak selanjutnya juga karena semua statusnya unggulan jadi mendapat bye di babak 64 besar,” ucap Aryono.

“Tapi tidak menguntungkannya bertemu sesama di babak-babak awal membuat rugi karena satu pasangan akan tersingkir. Ada plus-minusnya.”

Tentang beban sebagai sektor yang mesti mendapatkan gelar, Aryono menyadari hal tersebut. “Itu memang menjadi beban juga tapi saya dan pelatih yang lain selalu menekankan kepada pemain-pemain, itu jangan jadi beban melainkan sebagai motivasi untuk lebih baik lagi," kata Aryono.[]