News

Kejati DKI Belum Menetapkan Tersangka Kasus Korupsi UPT Alkal Bina Marga

Kejati DKI belum menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat berat UPT Alkal Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2015.


Kejati DKI Belum Menetapkan Tersangka Kasus Korupsi UPT Alkal Bina Marga
Ilustrasi - Korupsi (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menaikkan status dugaan korupsi dalam pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan pada UPT Alkal Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2015 dari penyelidikan ke penyidikan.

Menurut Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam, kasus pengadaan alat-alat berat di Dinas Bina Marga DKI kini sudah masuk tahap penyidikan. Namun, penyidik Kejati DKI belum menetapkan tersangka.

“Sudah kita tingkatkan ke tahap penyidikan dari semula tahap penyelidikan. Tapi masih dalam tahap penyidikan umum,” tutur Ashari Syam dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Dia mengungkapkan penyidikan yang dilakukan pihaknya berawal dari laporan masyarakat yang diterima Kejati DKI Jakarta terkait adanya dugaan korupsi pengadaan alat-alat berat di Bina Marga DKI Jakarta.

Berdasarkan laporan masyarakat tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan sejak tiga bulan lalu berdasar Surat Perintah Penyelidikan (Sprintlid) Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor: Print-04/M.1/Fd.1/04/2021 tanggal 8 April 2021.

Dikatakannya, dari hasil penyelidikan tersebut ditemukan adanya dugaan mark up dalam pengadaan 19 alat berat berupa floating crane dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp 13 miliar.

Sebelumnya, Kejati DKI memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faisal untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat berat Dinas Bina Marga DKI Jakarta tahun anggaran 2015. 

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Ashari Syam membenarkan surat pemanggilan dengan nomor SP.248/M.1.5/Fd.1/04/2021 tersebut sebagai pemanggilan kepada Yusmada Faisal. 

"Betul, YF dimintai keterangan tahap penyelidikan saat itu menjabat kadis Bina Marga selaku pegawai aktif," ujar Ashari saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (30/4/2021).