News

Kejari Pasaman Barat Lakukan Penyidikan Dua Kasus Korupsi

Kejaksaan Tinggi Negeri Pasaman Barat menaikkan dua kasus dari dari penyelidikan ke penyidikan


Kejari Pasaman Barat Lakukan Penyidikan Dua Kasus Korupsi
Ilustrasi - Korupsi (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat, Sumatera Barat menaikkan status dua perkara yang sedang ditangani dari penyelidikan ke penyidikan.

"Benar, hari ini kita menaikkan status dua perkara yang sedang kita tangani dari penyelidikan ke penyidikan," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana melalui Kepala Seksi Intel Elianto di Simpang Empat, Jumat (16/04/2021).

Ia mengatakan perkara yang statusnya dinaikkan ke penyidikan itu, perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung Aula Dinas Pendidikan Pasaman Barat Tahun Anggaran 2016 dengan pagu dana terkontrak Rp1.232.044.000.

Selain itu, perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan lapangan tenis "indoor" pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun Anggaran 2018 dengan pagu dana terkontrak Rp1.391.930.000.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah melakukan gelar perkara terkait dengan dua kasus itu.

"Tim penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dua kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada Dinas Pendidikan dan PUPR Pasaman Barat," katanya.

Ia menyebutkan penyelidikan untuk mencari peristiwa pidana, sedangkan penyidikan untuk mengumpulkan barang bukti dan menentukan tersangka.

Di dalam proses penyelidikan, katanya, tim penyelidik sudah menemukan peristiwa pidana sehingga perkara ini dinaikkan ke tahap penyidikan, yaitu mengumpulkan barang bukti terkait dan menemukan siapa yang akan bertanggungjawab atas peristiwa pidana tersebut.

"Dalam proses penyidikan nanti kita akan tetapkan tersangka," ujarnya.

Sumber: Antara