News

Kejar Target Vaksinasi COVID-19, Wapres Ma’ruf Sebut Satu Juta Orang Diimunisasi per Hari

Dengan target sebanyak itu, Ma’ruf optimis target vaksinasi kepada 182 juta warga negara Indonesia dapat tercapai dalam kurun waktu 15 bulan.


Kejar Target Vaksinasi COVID-19, Wapres Ma’ruf Sebut Satu Juta Orang Diimunisasi per Hari
Petugas kesehatan menyuntikan Vaksin COVID-19 dalam kegiatan vaksinasi massal di SMA Negeri 70 Jakarta, Jakarta, Rabu (24/2/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin menyebut, Pemerintah terus mengebut proses vaksinasi COVID-19 dengan sasaran penerima vaksin adalah satu juta orang setiap harinya.

Dengan target sebanyak itu, Ma’ruf optimis target vaksinasi kepada 182 juta warga negara Indonesia dapat tercapai dalam kurun waktu 15 bulan.

Adapun vaksinasi untuk mendapatkan daya tahan tubuh buatan untuk melindungi diri dari paparan corona ini telah dimulai pemerintah sejak 13 Januari 2021 di seluruh daerah di Indonesia.

“Nah karena itu makin hari makin naik, makin hari makin naik, dan target kita adalah 1 juta per hari. Ini harus dicapai dan ini juga permintaan Presiden supaya itu diperoleh,” kata Ma’ruf dalam sebuah wawancara virtual, Kamis (25/2/2021).

Ma’ruf menyebut, saat ini Pemerintah telah berupaya mempercepat program vaksinasi COVID-19 diantaranya adalah menyederhanakan prosedur teknis seperti registrasi, distribusi, dan data penerima vaksin. 

Selain itu, lanjut Ma’ruf, jumlah pasokan vaksin juga akan ditambahkan, tidak hanya mengandalkan import, tetapi mempercepat produksi vaksin yang dibuat di dalam negeri. 

Selain itu, vaksinatornya juga diperbanyak dari TNI Polri. Ditambah lagi dengan tempat vaksinasi yang diperbanyak, tidak hanya di Rumah Sakit pemerintah, namun Rumah Sakit swasta pun dilibatkan, dan sejumlah tempat lain yang akan difungsikan.

“Bahkan di Jawa Barat itu bukan hanya Puskesmas, tapi juga semacam pos-pos ya, gedung-gedung yang punya pemerintah itu digunakan untuk melakukan vaksinasi,” jelasnya.

Terkait informasi yang beredar mengenai vaksinasi mandiri, hal tersebut dapat dilakukan untuk membantu mempercepat tercapainya target vaksinasi, namun tetap dalam koridor regulasi yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah.

“Dan memang kita sedang ingin coba mencari alternatif-alternatif untuk mempercepat tercapainya target itu,” tutupnya.[]